MESIN FOTOKOPI TERCANGGIH DIDUNIA

Pada postingan kali ini saya sama sekali nggak bermaksud mau jualan mesin foto kopi lo readers… beneran deh.  Saya juga sama sekali nggak berminat untuk promosi merk mesin foto kopi manapun karena memang bukan itu tujuan tulisan saya. Mesin fotokopi tercanggih yang saya maksud disini bukanlah buatan tangan manusia melainkan ciptaan Allah. Jangan bimbang dan galau readers… mesin yang saya maksud disini tidak lain dan tidak bukan adalah anak-anak. Yups…. Mereka lah mesin fotokopi tercanggih didunia. Cukup hanya dengan pengamatan sesaat segala hal akan langsung masuk kedalam otak kecil meraka yang super canggih.

Kita semua sudah paham bahwa daya serap otak seorang anak sangat besar. Sejak usia 0-6 tahun adalah masa keemasan bagi anak-anak karena dimasa itulah semua saraf pada otak mereka sedang tumbuh dan berkembang sehingga otak mereka mampu menyerap apapun dengan teramat cepat. Berdasarkan pendapat inilah para pakar pendidikan menyarankan untuk memberikan sebanyak mungkin stimulus pada anak-anak kita. Keberadaan PAUD yang kini kian menjamur menurut saya amat sangat membantu orang tua, terutama bagi mereka yang bekerja sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk “memanfaatkan” masa keemasan tersebut.

Sebagai seorang ibu Keberadaan PAUD bagi saya amat sangat membantu. Selain membantu anak bersosialisasi dengan anak-anak lain yang seumuran banyak hal positif yang didapat anak dengan bersekolah diusia dini. Kadang saya nggak habis fikir melihat para guru PG dan TK yang dengan sabar memberikan “pelajaran” pada anak-anak yang terkadang sibuk dengan dunia mereka sendiri. Ada yang menangis, ada yang bermain, bahkan bertengkar, namun para guru tetap saja dengan semangat terus mengulang semua nyanyian, doa, bahkan hadits tanpa bosan. Subhanallah … Maha Kuasa Allah yang memberikan kemampuan yang begitu besarnya pada otak anak sehingga walaupun mereka sibuk dengan dunianya dan terlihat tidak memperhatikan gurunya, sesungguhnya pada saat itu telinga anak menyerap semua hal mereka dengar dan terekam dengan kuat diotak mereka.

Ditengah permainannya, saya mendengar Nadia tiba-tiba menyanyikan lagu baru bahkan membaca hadits yang bagi saya butuh waktu lama untk menghapalkannya (maklum udah tuiirr hehe). Saya begitu terpesona dan bersyukur melihat perkembangan Nadia setelah bersekolah. Begitu banyak hal yang dipelajarinya baik langsung maupun tidak langsung. Kita kadang meremehkan permainan yang anak-anak lakukan seperti meremas, menggunting, menempel, dll, padahal permainan tersebut ternyata sangat penting bagi perkembangan motoric seorang anak. Bersyukurlah kita para orang tua saat ini karena keberadaan PAUD yang terbukti sangat membantu, well…at least for me. Tapi jangan terus lepas tangan lo ya karena peranan orang tua dalam perkembangan anak-anak tetaplah menduduki urutan terpenting dan teratas.

Speaking of mesin fotokopi tercanggih which is anak-anak kita, saya teringat sebuah seminar parenting yang pernah saya ikuti. Kala itu ustadz Miftahul Jinan (pembicara), seorang pakar pendidikan anak yang cukup terkenal di Jawa Timur mengatakan, “jangan heran kalau anda mendapati anak anda mulai pandai membantah bahkan berbohong. Jangan langsung terbakar emosi dan memarahi anak namun lihatlah apa yang telah kita contohkan pada mereka. Pernahkan kita minta anak-anak kita menjawab telpon untuk kita dan mengatakan kita tak ada padahal saat itu kita hanya sedang malas mengobrol dengan penelpon? (berbohong) Pernahkan kita membuang sampah sembarangan dihadapan mereka, meletakkan barang disembarang tempat? Pernahkah kita mengomeli anak-anak kita karena mereka bertengkar dengan teman –temannya bahkan mulai main tangan? Jangan-jangan itulah yang kita sering kita lakukan, marah-marah nggak jelas setiap kali menghadapi “kenakalan” anak. Sudahkan kita mencontohkan mereka shalat, mengaji, membaca sebelum kita menuntut mereka melakukan semua itu? Sudahkan kita makan berbagai macam sayur mayur dan buah-buahan sebelum kita marah-marah karena anak kita anti terhadap sayur dan buah? Segala hal yang orang tua lakukan sesungguhnya akan terekam dalam “mesin” kecil dikepala mereka. Memori itulah yang akan mereka contoh dan terapkan dalam keseharian mereka.” So bukan salah mereka kalau mereka berkelakuan buruk, anak adalah kertas polos, kitalah yang mengotori mereka dengan berbagai hal negative yang kita lakukan.

Nasehat ustadz Jinan begitu membekas dikepala saya sehingga saya berjanji untuk merubah semua kelakuan buruk saya sehingga Nadia mendapatkan contoh terbaik. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, jadi sangat penting bagi kita untuk memberi contoh terbaik. Bila kita ingin anak kita shalat tepat waktu, mencintai buku, menyukai segala jenis makanan, dan berkelakuan baik, maka terapkan hal tersebut pada diri kita terlebih dahulu. Semua kebaikan yang anda contohkan pada anak-anak sesungguhnya akan kita lihat hasilnya pada perilaku sehari-hari mereka.

Tanpa saya sadari banyak kebiasaan saya dan suami yang ditiru Nadia dengan sangat baik. Like parent like children….kecintaan kami berdua pada dunia film, traveling, bahkan selera makanan menurun dengan sangat sempurna pada Nadia. Nadia akan duduk manis saat nonton film kesukaannya, dia akan menikmati semua perjalanan yang kami lakukan sejauh apapun itu tanpa complain sedikitpun. Nadia bahkan mulai menagih kalau saat weekend kami hanya diam dirumah. “Kita hari ini jalan-jalan kemana mah?” pertanyaan itu rutin muncul kalau kami tak mengajaknya jalan karena itulah yang selalu saya dan suami lakukan setiap weekend. Cukup dengan duduk ditoko buku, membacakannya buku-buku anak lalu makan siang diluar sudah membuat hati Nadia berbunga-bunga. Senyuman dan antusiasme Nadia membayar lunas semua usaha yang kami lakukan.

Saat ini saya mulai membiasakan Nadia mengenakan jilbab saat keluar rumah meskipun umurnya masih sangat belia. Dia belum wajib berjilbab namun saya ingin mengajarkan mengenai aurat padanya sejak dini.meskipun kadang jilbab tak bertahan lama dikepalanya, tak masalah, yang penting membiasakan dan mengajarkan Nadia bahwa muslimah itu wajib berjilbab dan menutup auratnya. Bagaimana saya akan menyuruhnya menutup aurat kalau saya tidak melakukan hal itu? Alhamdhulilah sekarang tiap kali keluar rumah, Nadia akan mengingatkan saya memakaikannya jilbab. Bahkan Nadia akan ngomel kalau saya memakai celana pendek saat dirumah, “mamah aurat itu harus ditutup!” Masyaallah……

Yuk kita program mesin fotokopi tercanggih didunia dengan semua kebaikan yang kita ingin pada kepribadian mereka dengan memberikan contoh yang baik bagi mereka. Jangan berhenti belajar selama hayat masih dikandung badan. Anak kita adalah tanggung jawab kita dunia akhirat. Berikanlah yang terbaik pada mereka, insyaallah mereka akan menjadi kunci surga bagi kedua orang tuanya. Amiinn

Image

Advertisements

5 thoughts on “MESIN FOTOKOPI TERCANGGIH DIDUNIA

  1. Kekuatan dan potensi dahsyat anak sering diabaikan orangtua. Padahal apa yang kita cetakkan pasti tergurat kuat dalam chip memorinya. Dan informasi apa pun yang terekam bisa dipanggil kapan saja sesuai kebutuhan. Semoga kita bisa menyiapkan mesin foto kopi kita dengan maksimal 🙂

    Like

  2. Subhanallah anaknya mbaa… Udah cerdas, perempuan lagi. lah,, heheh 2 anakku laki2 soalnya. jadi suka gemes kalo liat anak perempuan 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s