CINTAKU JATUH DIBANDA ACEH

CINTAKU JATUH DI BANDA ACEH
Sebelum aku bercerita mengenai perjalanan saya kenegeri Serambi Mekah yang terletak diujung Barat Indonesia, izinkan aku mengawali kisah ini dengan sebuah kisah nyata yang kemudian membawaku menginjakkan dibumi yang indah ini. Berawal dari sebuah doa iseng tapi tulus dariku yang memang gila traveling agar suatu hari nanti kaki kecil ini dapat mengelilingi bumi Allah yang indah dan luas. Dalam doa tadi kuselipkan sebuah permintaan yang menurut orang lain adalah doa yang aneh, tapi tidak buatku, aku berdoa agar Allah memberiku suami yang berasal dari tempat yang jauh. Idenya si simply because aku pengen merasakan hebohnya mudik dan jalan-jalan ketempat yang jauh. Allah Maha Besar menjawab doa tulus hambanya, akhirnya Dia kirimkan seorang lelaki dari ujung Barat Indonesia yang kini menjadi suamiku. Nah berkat dialah, tak hanya berhasil sampai di Aceh namun aku jatuh cinta setengah mati pada Nanggroe Aceh Darussalam.

Oke sekarang langsung kita lanjut ke menu utama tulisan ini yang mana adalah cerita perjalananku kekota Banda Aceh. Terakhir aku dan suami berkunjung kesana adalah tahun 2012, dimana saat itu kota Banda Aceh berhasil mempercantik diri setelah luluh lantak diterjang Tsunami. Kota yang dulu sepi dan terganggu konflik kini menjelma menjadi tujuan wisata yang jadi favorit wisatawan asing maupun domestic. Banda Aceh ternyata kaya akan pemandangan alam yang luar biasa indah. Pantai-pantai yang masih perawan menjadi daya tarik utama kota selain budaya kulinernya yang sungguh unik (kapan-kapan saya ceritakan khusus tentang kuliner Aceh ya). ada banyak tempat yang sangat layak dijadikan tujuan wisata, tapi aku pilih beberapa objek wisata yang menurutku paling bagus dan wajib dikunjungi apabila anda berkunjung ke Banda Aceh.
1. Masjid Raya Baiturrahman
Masjid ini sempat jadi pembicaraan saat tsunami menerjang Aceh beberapa tahun lalu. Saat daerah sekitar masjid hancur-lebur, Masjid ini tetap berdiri dengan gagah dan menjadi tempat berlindung bagi korban tsunami. Masjid Raya Baiturrahman dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M. Masjid yang telah mengalami beberapa kali pemugaran ini tetap berdiri dengan megah bahkan semakin cantik setiap tahunnya karena masjid ini memiliki arti yang teramat penting bagi rakyat Aceh. Masjid ini bukan hanya icon Aceh namun juga symbol kebanggaan warga Aceh yang menjunjung tinggi syariat Islam.
2. Museum Tsunami
Ngomongi Aceh nggak mungkin lepas dari pembahasan tsunami, secara bencana itu memang maha dahsyat dan menewaskan ratusan ribu masyarakat Aceh. Meseum ini dibangun untuk mengenang peristiwa menyedihkan itu. Semua momen menyedihkan baik foto, video, bahkan nama korban ada diabadikan dalam bangunan berbentuk minimalis-futulristik ini. Melihat bentuk bangunan yang unik kita pasti tergiur untuk berfoto-foto ria, tapi begitu kaki melangkah kedalam kesan gelap dan muram langsung terasa. Pintu masuk yang berupa lorong gelap dengan ketinggian 40m dan jeritan ketakutan korban tsunami akan menyambut kita disini. Aku melangkahkan kaki secepat mungkin karena bulu kuduk langsung sukses berdiri. Belum selesai dengan sesi merinding ria, airmata pengunjung langsung tumpah saat kita sampai dimemorial hall. Disana kita disuguhkan dengan film documenter dari saksi hidup bencana maha dahsyat. Belum kering airmata ini, pengunjung diajak memasuki ruang The Light of God. Ruangan tembus pandang dengan cahaya remang-remang ini dihiasi dengan lafadz Allah dalam bahasa Arab, nama-nama korban tsunami berjejer rapi disekeliling ruangan ini. Perasaan campur aduk ini akan bertahan sampai anda selesai menyusuri museum ini. Museum ini sungguh sebuah monument peringatan bahwa hanya kebesaran Allah lah yang mampu menyelamatkan rakyat Aceh dan membantu rakyat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.
3. Kapal PLTD Apung, saksi kedahsyatan tsunami
Masih seputar tsunami, ada sebuah kapal yang menjadi saksi bisu kedahsyatan gelombang tsunami. Bayangkan saja kapal berbobot 2.600 ton yang semula berada di pantai Ulee Lhee terseret dan terdampar sejauh 5km dan menghancurkan perkampungan padat penduduk di daerah Punge, Blangcut. “Rumah-rumah disekitar sini habis kena tsunami dan kapal ini tapi masjid itu tetap utuh,” kakak iparku menunjuk sebuah masjid yang tepat berdiri disamping kapal apung ini. Subhanallah. Selain kapal apung, lokasi ini dilengkapi juga dengan taman, prasasti dan dokumentasi mengenai peristiwa tsunami.

4. Pantai Lampuuk
Selesai mengenang tsunami, saatnya bersenang-senang di Pantai Lampuuk yang merupakan pantai Kutanya Aceh. Kalau menurut aku si panati ini jauh lebih cantik karena pantai ini dikelilingi tebing-tebing tinggi yang cantik. Waktu yang paling pas untuk berkunjung ke pantai ini adalah sore hari selain terik matahari yang mulai menjinak kita bisa sekaligus menikmati sunset. Pasir putihnya yang lembut membuat kita betah berlama-lama duduk sambil menikmati hembusan angin laut yang lembut. Ombak dipantai ini pun tak terlalu tinggi sehingga kita bisa berenang, snorkeling, bahkan naik banana boat disini. Males basah-basahan? Gak usah kuatir pantai ini dilengkapi dengan saung-saung tempat berteduh, jangan lupa pesan ikan bakar dan air kelapa muda ya, biar nyess… Oya nggak Cuma bersenang-senang dipantai ini kita bisa ikut membantu melestarikan penyu belimbing dan penyu lekang yang hampir punah bersama warga setempat. Cuma pantai Lampuuk yang menawarkan banyak kegiatan asyik sambil menikmati keindahan sketsa Tuhan yang sangat indah. Oya jangan lupa mampir juga kepantai Lhok Nga yang nggak kalah cantik sama pantai Lampuuk ya.

Saat ini Banda Aceh amat layak untuk dijadikan destinasi wisata unggulan Indonesia karena kota ini menawarkan berbagai macam objek wisata yang indah dan menarik, belum lagi budaya Islamnya yang kental etrlihat dalam keseharian masyarakat Aceh. Last but not least, jangan lupa mencoba makanan khas Aceh ya, dijamin betah deh berlama-lama dikota ini. So what are waiting for? Visit and enjoy Banda Aceh. 
masjid raya aceh

???????????????????????????????

wisata kapal tsunami banda aceh

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Advertisements

2 thoughts on “CINTAKU JATUH DIBANDA ACEH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s