Rasulullah Sang Pecinta Binatang

nadia n mueeza
Cerita mengenai kemuliaan Rasulullah sudah sering kali kita baca maupun dengar. Segala hal dalam diri manusia paling sempurna ini wajib kita teladani sebagai seorang muslim. Beliau memberikan contoh terbaik tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, menjadi orang tua yang baik, suami ideal, dan masih banyak lagi. Tapi tahukah anda kalau ternyata Rasulullah adalah seorang yang berperi kebinatangan sangat tinggi. Akhlaq nya yang begitu mulia dan sempurna tanpa cela tidak hanya diterapkan pada sesama manusia, namun juga pada binatang. Sungguh sempurnanya agama Islam yang memberikan tuntunan hidup yang super lengkap bahkan adab kepada binatang.
Alkisah disebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, suatu hari Rasulullah keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar keluhan seekor unta. Unta tersebut menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah SAW. Unta itu merintih, air matanya jatuh berderai. Rasulullah SAW kemudian menghampiri dan mengusap belakang telinga unta itu. Seketika unta itu pun menjadi tenang. Kemudian dengan wajah penuh kemarahan, Rasulullah bertanya, “Siapakah pemilik unta ini, siapakah pemilik unta ini?”Pemiliknya pun bergegas datang. Ternyata, ia seorang pemuda Anshar.“Itu adalah milikku, ya Rasulullah,” katanya. Rasulullah berkata, “Tidakkah engkau takut kepada Allah karena unta yang Allah peruntukkan kepadamu ini? Ketahuilah, ia telah mengadukan nasibnya kepadaku, bahwa engkau membuatnya kelaparan dan kelelahan.”Subhanallah! Unta itu ternyata mengadukan nasibnya kepada Rasulullah bahwa tuannya tidak memberinya makan yang cukup sementara tenaganya diperas habis dengan pekerjaan yang sangat berat. Rasulullah kemudian mengingatkan pemuda itu untuk memberi makan dan minum pada binatang peliharaannya itu serta memberinya pekerjaan yang tidak terlampau berat. Beberapa hari kemudian saat Beliau bertemu kembali dengan unta pemuda Anshar itu, unta itu tersenyum dan mengucap terima kasih pada Rasulullah karena sekarang tuannya telah berlaku baik dan lembut padanya. Subhanallah….. begitu sayangnya Rasulullah pada mahluk Allah yang kadang kita lupakan.
Dalam kesempatan yang berbeda Rasulullah memberikan nasehat pada seorang sahabatnya yang bernama Abu Hurairah , “Ya Abu Hurairah, sayangilah semua makhluk Allah, maka Allah akan menyayangimu dan menjagamu dari neraka pada hari kiamat.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, aku pernah menyelamatkan seekor lalat yang jatuh ke air.” Jawab Rasulullah, “Allah mencintaimu. Allah mencintaimu. Allah mencintaimu.” Rupanya Allah mencintai orang-orang yang menyayangi dan memperlakukan binatang dengan baik. Rasulullah bersabda, “Di setiap hati yang lembab ada shadaqah.” ‘Hati yang lembab yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah perumpamaan terhadap makhluk hidup apapun. Makhluk yang mati, hati dan badannya mengering. Sebab itulah, Imam An Nawawi menyimpulkan dari kisah di atas bahwa berbuat baik kepada binatang hidup, baik memberi minum atau lainnya merupakan sebuah bentuk shadaqah (Syarah Shahih Muslim, 7/503).
Hadist ini senada dengan firman Allah dalam surat An-Nahl (16: 5-8) “Dan binatang ternak telah diciptkan-Nya untuk kalian, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, serta sebagiannya kalian makan. Dan kalian memperoleh keindahan padanya, ketika kalian membawanya kembali ke kandang dan ketika kalian melepaskannya. Dan ia mengangkut beban-beban kalian ke suatu negeri yang kalian tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Rabb kalian benar-benar Maha Pengasih dan Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal dan keledai untuk kalian tunggangi dan sebagai perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kalian ketahui. ”
Oya Rasulullah juga ternyata pecinta kucing lho. Beliau begitu menyayangi kucing peliharaannya yang bernama Mueeza, Beliau akan membelainya dengan penuh kasih bahkan selalu meletakkan Mueza dipangkuannya saat Beliau menerima tamu dirumahnya. Suatu hari Rasulullah hendak pergi dan mendapati Mueeza tertidur diatas jubahnya, karena beliau tidak ingin membangunkan kucingnya maka Rasulullah menggunting dengan perlahan bagian lengan jubbah yang ditiduri Mueeza. Sekembalinya Rasulullah Mueeza bersujud dihadapan Rasulullah dan Rasulullah pun mengusap si kucing dengan lembut. Selain Rasulullah, istri nabi, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing.
Dalam Islam kucing ternyata punya kedudukan yang special lho.karena kucing ini dianggap suci dan tidak najis. Jadi jangan khawatir kalau ada kucing berkeliaran dirumah anda. Rasulullah bahkan beberapa kali menekankan mengenai kesucian kucing dengan memperbolehkan kita berwudhu diair bekas minum kucing. Kok bisa Rasulullah tahu mengenai kesucian dan kebersihan kucing padahal Beliau kan bukan dokter hewan?? Usut punya usut ternyata ribuan tahun setelah Rasulullah wafat banyak penelitian yang membuktikan kesucian si kucing.
Dalam beberapa penelitian dibuktikan bahwa pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia makanya rasanya adem & ayem banget kan kalau kita membelai kucing. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini terlihat seperti kikir yang tajam. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.Selain itu berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Hasil yang didapatkan adalah: Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
Alasan tersendiri mengapa kucing tidak menyukai air adalah karena air merupan tempat bersarangnya kuman. Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing. Tuh kan Subhanallah, Maha Suci Allah yang menciptakan semua mahluknya dengan sempurna. Jadi nggak perlu khawatir lagi apabila anda ingin memelihara kucing. Nggak perlu takut kea toksoplasma dan penyakit lain asalkan kita merawat mereka dengan baik. Insyaallah dipostingan berikut saya akan kasih tip-tips merawat kucing supaya mereka jadi makin bersih dan lucu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s