The Jazz in Me

Setiap orang pasti punya selera music yang berbeda-beda. Music masuk dan diterima oleh panca indera kita kemudian dicerna dengan cara yang berbeda pada setiap pribadi. Ada yang suka dangdut, campur sari, K POP, R&B, rap, hip-hop, jazz, dan lain sebagainya. Kalau aku sendiri nggak punya patokan genre music tertentu, as long as ditelingaku music itu terdengar asyik, pasti aku suka. Ada kalanya aku tergila-gila music yang up beat seperti lagu-lagunya Linking Park dan Green day, ada kalanya juga aku lebih memilih jenis music yang easy listening seperti lagu-lagu pop pada umumnya, tergantung mood dan suasana hati saat itu. Satu hal yang pasti music nggak pernah lepas dari kesehariaku, apapun kegiatanku saat itu music selalu jadi background yang paling setia.

 

Dari semua genre music yang pernah aku kenal, ada satu genre music yang selalu jadi favoritku disaat senang maupun susah. Genre ini ternyata punya tempat tersendiri baik dihati maupun di playlist ku.Coba tebakmusik jenis apa hayo kira-kira …..???? Yup… Jazz dengan sedikit sentuhan blues dan swing adalah genre music yang paling kena dihatiku, karena inilah jenis music pertama yang diperkenalkan ketelingaku oleh papaku tercinta. Sebagai penggemar berat music Jazz, lagu-lagu beraroma Jazz nggak pernah absen dimanapun ayahku berada terutama yang dinyayikan oleh Louis Amstrong, Duke Ellington, Tonny Bennet, dan Nat King Cole. Apapun aktivitas yang sedang dikerjakannya, lagu-lagu mereka selalu menjadi pengiring setianya. Salah satu lagu Nat King Cole kesukaan ayah adalah Monalisa. Lagu yang jadul punya tapi nggak pernah bosen dengernya. Lagu ini termasuk lagu yang special juga buatku karena dulu papa sering menyanyikannya buatku (kebetulan namaku mirip sama judul lagunya hehehe). Walaupun dulu nggak ngeh apa arti lagu itu, tapi kalau papa nyanyiin lagu sambil membelai rambutku itu rasanya seneng banget dan terus langsung merapat dipangkuan beliau (tapi jangan ditanya ya apa suara papa sekeren suara Nat King Cole). jazz

 

nat king coleMona lisa, mona lisa, men have named you

 You’re so like the lady with the mystic smile

Is it only ’cause you’re lonely they have blamed you?

For that mona lisa strangeness in your smile?

………

punggawa jazzGitu deh kira-kira teks lagunya. Bagi yang belum pernah denger lagu ini moggo didownload sendiri ya hehehe. Menurut pepatah Jawa, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino,” yang artinya cinta datang karena terbiasa. Cinta pada Jazz itu datang karena terbiasa mendengarnya sejak kecil. Lagu-lagu Jazz pun nggak pernah absen dimanapun aku berada. Di playlist laptop sampe tape dimobil semuanya dipenuhi lagu jazz mulai dari tahun jadul sampe yang terbaru seperti karya Michael Bubble dan John Legend. Koleksi lagu Jazz ku memang lumayan banyak dan aku sering juga bertukar dengan papa, lebih tepatnya menyabotase koleksi Jazz jadul punya papa hehehe. Sambil menikmati alunan music yang merdu merayu pasti langsung keinget kenangan indah masa kecil bersama papa. Kami berduet menyanyikan lagu Jazz, meskipun dengan kosakata yang alakadarnya tapi aku tetap menikmatinya. Sampai saat inipun lagu kenangan kami itu masih sangat akrab ditelinga dan otakku. Berkat kebiasaan mendengarkan lagu Jazz sekarang nggak cuma aku yang mencintai dunia Jazz, suami juga mulai menyukai genre music ini karena hampir setiap  hari kucekoki music Jazz hehehe…. But who doesn’t love Jazz??? michael buble

Menurut teman-temanku dulu selera musikku agak aneh dan jadul. Mungkin karena banyak yang menganggap bahwa Jazz adalah aliran music yang berat dan jarang ditekuni oleh penyanyi Indonesia. Memang kadang music Jazz terkesan “berat” tapi itu karena latar belakang dari music Jazz itu sendiri. Beberapa tahun lalu saat kuliah aku mengambil mata kuliah American History, nah disinilah aku mengenal Jazz lebih dalam dan membuatku makin cinta sama aliran music ini.

jazz mapSebagian besar penyanyi Jazz adalah African American karena memang dari mereka lah Jazz dilahirkan. Musik Jazz lahir dimasa perbudakan di Amerika sebagai salah satu cara mengungkapkan apa yang dirasakan oleh para budak kala itu. Kehidupan yang berat, cinta pada sesama manusia dan Tuhan diekspresikan melalui lantunan Jazz. Berawal dari kota New Orleans sebagai basis utamanya, Jazz mulai merambah keseluruh penjuru Amerika bahkan terus berkembang dan digemari banyak orang.

Di Indonesia pun Jazz sudah mulai diminati banyak orang, terbukti dengan suksesnya event Java Jazz setiap tahunnya. Ratusan penyanyi Jazz dari berbagai negara berkumpul memamerkan keahlian mereka. Beberapa penyanyi Indonesia seperti Glen Fredly dan Tompi pun didaulat mengisi event bertaraf internasional ini. Dengan adanya Java Jazz aku berharap Jazz bukan lagi menjadi music yang digemari banyak orang karena memang music ini sangat kaya akan keindahan aransemen. Suara merdu sang penyayi dibalut dengan indahnya suara gitar, saxophone, piano, dan lain-lain bersatu menjadi sebuah music yang sempurna. Ngiler rasanya setiap tahun Cuma bisa melihat Java Jazz dari berita semoga suatu hari nanti aku dan papa bisa datang dan menikmati music Jazz yang sangat kami gemari.java jazz

Musik, apapun jenisnya selalu asyik buatku, tapi teteepp… Jazz juaranya. Sambil nulis atau berselancar didunia maya, ditemani secangkir kopi dan lantunan music Jazz, rasanya sesuuaattuuu bangeeettt. Semua resah gelisah, gundah gulana hilang seketika berganti rasa adem dihati, persis seperti angin sepoi-sepoi merasuk kejiwa (lebaayyy). Thanks papa for introducing me to such beautiful and magical thing called music that somehow connects us in a most wonderful way.

fix-banner-1 lomba blog musik asik

Advertisements

2 thoughts on “The Jazz in Me

  1. Dengan musik hidup jadi berwarna dan makin bersemangat. Apa pun jenis dan ragamnya–asalkan positif, Semoga menang dalam kontes ini Jeng!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s