Sehari (saja) di Medan

Kepengen liburan tapi nggak punya banyak waktu dan biaya? No worries my dear friends…. Banyak cara kok untuk menyiasati keadaan semacam ini. Liburan kan harus jauh kenegeri seberang atau menginap dihotel bintang lima yang tarifnya aduhaaii… di Indonesia aja ada banyak banget pilihan tempat wisata yang bisa kita kunjungi, dan nggak kalah cantik dengan objek wisata diluar negeri.

Nah kalau emang kalian pengen banget traveling ke kota Medan tapi cuma punya waktu dan dana yang mepet alias terbatas, jangan patah semangat dulu ya. Waktu aku berkunjung ke Medan waktu ku juga terbatas, apalagi budgetnya heheheh…. Meskipun begitu aku nggak terus sedih apalagi putus asa, dengan sedikit strategi keadaan ini bisa diatasai dengan baik. Nih aku kasih tips dan informasi tempat wisata yang murah meriah di Medan dan semuanya bisa didatangi dalam satu hari aja. Sesuatu bangeeett kan….

Istana Maimun adalah sebuah tempat yang boleh dilewatkan apabila kamu berkunjung di Medan. Istana warisan Kerajaan Deli Serdang ini letaknya ada dipusat kota Medan, tepatnya dijalan Brigjend Katamso, transportasinya juga gampang banget kok. Kalau pengen merasakan transportasi khas Medan, cobalah naik becak motor menuju ke Istana Maimun. Selain lokasi yang mudah terjangkau biaya masuk ke Istana Maimun juga trejangkau banget, Cuma Rp.5.000 dan kita bebas menyusuri istana ini sepuasnya. Barang-barang peninggalan kerajaan Deli Serdang yang ada diistana Maimun masih terawatt dengan baik, ada juga foto-foto para Sultan lengkap dengan deskripsi sejarahnya. Sekali-sekali berwisata sejarah gini asyik juga lho, nambah pengalaman dan ilmu baru juga.

sumber foto: visitwisatamedan.blogspot.com

sumber foto: visitwisatamedan.blogspot.com

Tjong Afie, sebuah rumah tua peninggalan Tjong Afie, seorang keturunan Tionghoa Melayu yang desainnya kental dengan perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Rumah ini juga letaknya dikota Medan, tepatnya didaerah Kesawan, nggak jauh dari Merdeka Walk yang juga merupakan puast kuliner Medan. Dirumah ini kita bisa belajar mengenai kehidupan masyarakat Tionghoa dan Melayu yang ada disiniMerupakan rumah tua yang merupakan peninggalan Tjong Afie  dengan desain perpaduan Tionghoa Melayu dan Eropa. Disini kita bisa menikmati sejarah kehidupan, mempelajari budaya perpaduan Melayu dan Tioghoa dari peninggalan-peninggalan lukisan dan berbagai barang rumah tangga yang masih terjaga dengan baik.

diambil dari trav3l-spots.blogspot.com

diambil dari trav3l-spots.blogspot.com

Masjid Raya Medan, dimana kita bisa sejenak beristirahat setelah puas jalan-jalan sambil menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Masjid yang letaknya Cuma 200 m dari Istana Maimun ini merupakan icon kota Medan yang sudah terkenal diseluruh Indonesia.Masjid ini selalu ramai dengan pengunjung, terutama saat bulan Ramadhan. Arsitekturnya yang megah dan berbentuk octagonal ini sangat khas. Ada  lima buah kubah putih yang menghiasi masjid ini dan membuatnya Nampak makin istimewa. Masjid raya medan berlokasi di Jl. Sisingamangaraja Medan.

Mesjid Raya medan

Vihara Adhi Meitreya, atau yang lebih dikenal penduduk Medan dengan Vihara Cemara Asri ini rupanya merupakan salah satu vihara terbesar dikawasan Asia Tenggara. Vihara ini memang terletak disebuah perumahan elite dikomplek Cemara Asri, di jalan Cemara, Medan. Vihara ini menjadi salah satu objek wisata yang selalu penuh pengunjung di Medan karena memang arsitekturnya megah dan sangat khas budaya Tionghoa. Memang kota Medan identic dengan budaya Tionghoa karena penduduk keturunan Tionghoa memang cukup banyak ditemukan di Medan selain orang Melayu dan Batak.

DSC_0547

Vihara ini didominasi oleh warna orange dan keemasan yang cerah dan segar dan ukiran khas Tionghoa. Didepan vihara ada sebuah altar lengkap dengan tempat membakar Hio yang selalu siap digunakan pengunjung yang ingin melakukan kebaktian. Selain ornament khas Tionghoa, Vihara ini juga dilengkapi dengan kolam dan jembatan kecil yang selalu penuh pengunjung yang sibuk berfoto ria disana. Oh iya..satu hal yang unik dari vihara ini adalah ada tempat bermain yang khusus disediakan untuk anak-anak, gratis lho…  sementara orang tua asyik menjelajahi Vihara ini, anak-anak bisa bebas bermain disini.

DSC_0551

DSC_0559Khusus dihari Minggu, nggak jauh dari Vihara ini ada pasar pagi dadakan yang menjual aneka ragam barang dan makanan dengan harga yang lumayan miring. Tetep ya yang namanya belanja dipasar the power of bargaining menjadi hal yang utama. Kalau emang sempet berkunjung kepasar pagi ini, saranku sih daripad beli baju yang bisa dibeli dimana aja lebih baik kita nyobain kuliner khas Medan, seperti soto Medan ataupun lontong sayur. Dengar harga kaki lima tapi cita rasa resto bintang lima, kita jadi punya pengalaman baru nyobain kuliner khas daerah setempat. Kalau dalam acara travelingku sih, nyobain kuliner khas daerah itu selalu masuk things to do lists yang wajib hukumnya untuk diwujudkan.

DSC_0566

salah satu menu di Tip Top yang mak nyuuusss

salah satu menu di Tip Top yang mak nyuuusss

Tip Top, nah ini tempat makan yang kuno tapi tetep menarik dan wajib didatangi kalau kita liburan ke Medan. Café ini ternyata sudah ada sejak zaman kolinial Belanda. Bentuk bangunannya pun masih jadul tapi jangan kuatir kalau soal rasa. Café yang menawarkan menu yang mostly Western food ini punya pilihan menu yang mak nyuuss… aku sih nggak akan menyarankan satu menu khusus karena enak semua, bingung jadinya heheheh… silakan coba aja yang sesuai selera kalian, insyaallah dijamin nggak mengecewakan.

Belanja Oleh-oleh, adalah hal yang sering kita lakukan saat traveling sebagai tanda cinta bagi orang-orang tercinta dirumah. Nah kalau di Medan banyak banget pilihan makanan khas untuk oleh-oleh. Salah satu yang paling terkenal adalah Bolu Meranti. Toko kue yang menjual bolu gulung ini nggak pernah sepi pengunjung karena memang rasanya yang juara. Banyak bakery lain yang juga menawarkan bolu gulung, tapi sampsai sekarang belum ada yang berhasil menyingkirkan keteranarn Bolu Meranti. Selain bolu gulung, ada juga Bika Ambon Zulaikha yang kondang ditanah Medan.

Pengen mencoba sesuatu yang baru? Baru-baru ini di Medan lagi happening yang namanya pancake durian. Berhubung aku anti sama durian, aku nggak bisa menggambarkan rasanya, tapi yang jelas pancake ini adalah sebutir durian yang dibungkus dadar. Pancake ini juga ramai diburu para traveler lho, jadi jangan sampe nggak beli ya kecuali kalian nggak suka durian juga kaya daku hehehe. Last but not least, sirup Markisa yang rasanya seger banget.

Tuh kan….siapa bilang kalau traveling itu butuh waktu lama dan budget yang gede. Banyak kok kota di Indonesia yang bisa ditelurusi hanya dalam satu hari dengan budget yang ramah dikantong. Traveling is all about having fun, jangan sampai gara-gara liburan mahal waktu kita balik kerumah udah ditungguin sama tagihan kartu kredit yang membludak. Happy traveling J

Advertisements

4 thoughts on “Sehari (saja) di Medan

  1. Saya belum pernah ke Medan, jadi ya ga bisa cerita. Yang sering ya ke medan perjamuan alias meja makan, wkwkwk 🙂 Salam membeku dari Bogor!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s