Wisata Sejarah dikota Semarang

Semarang, kota terbesar di Jawa Tengah ini namanya memang tak setenar beberapa kota besar lain di Jawa seperti Surabaya, Jogjakarta, bahkan Solo. Aneh memang mengingat posisinya yang juga merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Begitu banyak tempat-tempat menarik dikota ini yang menarik untuk dijelajahi, terutama bagi traveler pecinta sejarah dan penikmat bangunan berarsitektur kuno yang memang lekat dengan budaya Semarang.

Ya..kota Semarang memang sangat unik. Unik karena kota ini mewakili perpaduan beberapa budaya seperti budaya Jawa, Tionghoa, Arab, serta beberapa peninggalan dari pemerintah colonial Belanda. Hal ini dapat dilihat dengan adanya bangunan-bangunan kuno,  upacara adat, dan kuliner yang dapat ditemukan diberbagai sudut dikota ini. Ada beberapa tempat wisata dikota Semarang yang tak boleh terlewat apabila anda berkesempatan berlibur dikota ini.

1.      Masjid Agung Jawa Tengah

masjid_dan_payung_elektrikMeskipun masjid ini terbilang baru, namun ketenarannya menyebar dengan cepat di Jawa Tengah bahkan di Indonesia. Masjid cantik yang arsitekturnya mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi ini diresmikan tahun 2006, dan sejak itu dinobatkan sebagai salah satu objek wisata andalan dikota Semarang. Masjid ini selalu penuh pengunjung terutama diwaktu shalat. Salah satu yang menjadi daya tarik masjid ini adalah payung besar yang akan terbuka secara otomatis bila jamaah shalat membludak hingga keluar masjid. Jadi nggak perlu khawatir shalatnya akan kepanasan karena payung otomatis ini akan melindungi jamaah dari sengatan matahari. Masjid ini juga dilengkapi dengan Wisma Menginap dan Menara Pandang yang dapat dinaiki dengan lift. Sempatkanlah naik kemenara pandang agar dapat menikmati keindahan kota Semarang yang memiliki kontur yang berbukit-bukit. Dari bagian utara langsung kita bisa melihat kapal dan laut, sedangkan bagian selatan bisa terlihat perbukitan dan Gunung Ungaran.

masjid agung dikala malam... maaf kalau agak gelap ;)

masjid agung dikala malam… maaf kalau agak gelap 😉

2.      Lawang Sewu

sisi samping Lawang Sewu

sisi samping Lawang Sewu

Bangunan ini memang merupakan icon khas kota Semarang. Lawang Sewu sesungguhnya adalah kantor kereta api milik VOC yang dibangun pada masa pemerintahan colonial Belanda. Hingga saat ini Lawang Sewu telah beberapa kali mengalami perbaikan namun tetap mempertahankan bangunan aslinya. Jangan heran ya, namanya aja Lawang Sewu atau dalam bahasa Indonesia berarti Seribu Pintu, tempat ini pastilah punya begitu banyak pintu, silakan hitung sendiri kalau nggak yakin bangunan ini memang punya seribu pintu hehehehe. Lawang Sewu memang amat lekat dengan cerita-cerita misterinya, jadi kalau kalian memang punya nyali besar silakan datang ketempat ini dimalam hari supaya sensasi mistisya lebih terasa. Nggak perlu khawatir kesasar saat melihat besarnya bangunan ini karena ada pemandu yang siap menemani kalian berkeliling menyusuri pintu demi pintu yang ada. Pemandu yang mematok tariff Rp. 20.000 ini akan membawa kalian berkeliling Lawang Sewu hingga memasuki bunker yang dulu digunakan sebagai tempat penyimpanan air oleh pemerintah Belanda, ada juga ebuah tempat penyiksaan yang dikenal dengan sebutan Penjara Jongkok. Luas bangunan yang dikenal angker ini sekitar 1,5 x 1,5 meter. Diruangan sempit ini para tahanan harus jongkok berdesakan lalu ‘kolam’ tersebut diisi air seleher kemudian kolam tersebut ditutup terali besi. Para tahanan itu dibiarkan hingga tewas disana, seremm ya….

Lawang Sewu landmarknya kota Semarang

Lawang Sewu landmarknya kota Semarang

3.       Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong dikenal juga dengan kuil merah

Klenteng Sam Poo Kong dikenal juga dengan kuil merah

Semarang memang erat dengan budaya Tiong Hoa terbukti dengan adanya area Pecinan dan beberapa kuil/klenteng yang berdiri megah dikota ini, salah satunya adalah klenteng Sam Poo Kong. Klenteng Sam Poo Kong yang letaknya tak jauh dari pusat kota Semarang (daerah Simongan) dikenal sebagai tempat persinggahan Laksamana Tiongkok Islam yang bernama Zheng He/ Cheng Ho. Anehnya kuil yang dibangun sebagai penghormatan pada Laksamana Cheng Ho ini juga dipergunakan sebagai tempat ibadah, padahal Laksamana Cheng Ho beragama Islam. Tapi keanehan ini nggak perlu dipikirin banget lah, yang penting saat datang kesini nikmatilah arsitektur klenteng merah ini sepuasnya dan jangan lupa tetap menjaga kesopanan karena bagaimanapun juga Klenteng ini adalah tempat ibadah. Unttuk tiket masuk para traveler nggak perlu kuatir klenteng ini murah meriah kok. Cukup dengan Rp. 3.000 untuk pengunjung dengan motor atau Rp. 15.000 untuk yang membawa mobil.

kuil merah

Gereja Blenduk

Salah satu bangunan peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1753 ini masih terjaga dengan baik dan merupakan landmark kota Semarang adalah Gereja Blenduk. Dinamakan Gereja Blenduk karena bentuk bangunannya yang bulat (Jawa Blenduk: bulat). Gereja ini masih berfungsi dengan baik sebagai tempat ibadah, namun tak jarang juga diburu oleh para fotografer karena arstekturnya yang memang menarik.  Letaknya yang berada dikawasan Semarang kota lama, menyatu dengan bangunan-bangunan kuno lainnya yang juga tak kalah menarik.

disebut Gereja Blenduk bentuknya yg bulat (jd inget pipi sendiri)

disebut Gereja Blenduk bentuknya yg bulat (jd inget pipi sendiri)     

Wisata Kuliner

yang khas dari Semarang, kue Ganjel Rel

yang khas dari Semarang, kue Ganjel Rel

Buat saya nggak afdol rasanya kalau traveling tanpa mencoba makanan khas daerah tujuan kita. Nah kalau di Semarang sangat banyak makanan enak yang bisa dicoba. Menu yang nggak boleh terlewat saat berkunjung ke Semarang diantaranya adalah tahu pong dan tahu gimbal, dua jenis makanan dengan bahan utama tahu tapi punya cita rasa yang sangat berbeda. ada sebuah jalan dikota Semarang yang menjadi pusat oleh-oleh kuliner khas Semarang, yaitu jl. Pandanaran. Letaknya dipusat kota, dijamin semua orang pasti tahu kok. Ada beberapa makanan yang saya rekomedasikan untuk dicoba antara lain bandeng presto, lumpia, kue mocha, dan kue ganjel rel. khusus untuk yang terakhir (kue ganjel rel), kue ini sudah sangat langka bahkan dikota Semarang. Kenapa dinamakan Ganjel Rel? Kesannya keras banget ya kue ini seperti makan bantalan rel kereta api. Kue Ganjel Rel berbentuk panjang dengan tekstur padat keras. Kue ini akan semakin nikmat apabila dicelupkan kedalam kopi ataupun susu hangat. Wes lah pokoknya jangan sampai dilewatkan ya.

 

Tuh kan bener…. Traveling ke Semarang itu seru dan hemat banget. Cuma butuh satu hari aja untuk menyelusuri keindahan kota Semarang dan mencoba semua makanan khasnya yang mak nyuuusss. So… langsung dijadwalkan ya beribur ke Semarang. Happy traveling J

Advertisements

31 thoughts on “Wisata Sejarah dikota Semarang

  1. yuhuuuu…ayookk wisata ganjel rel yoookkk 😉
    bener banget, kue ini sudah sangat jarang yg buat. di salah satu toko kue di Jl. Pandanaran itu ada yg jual koq, meskipun terlalu enak utk ukuran ganjel rel original khas buatan orde lama 😀 Kenapa saya bilang terlalu enak? Karena sudah tidak bikin ‘sered’ lagi saat dimakan 😉

    Like

  2. Aku mau kue ganjel rel nya.. buat ganjel perut ini.. lapeerrr *ngga puasa :))
    Maakk.. uuuh aku belom pernah ke semarang niiii. cari tiket malang dulu buat bromo aja ya :))

    Like

    • Setuju bgt Mbak.. Sedih bgt kl liat bandara semarang, bandara internasional tp kcil bgt Moga2 sgra diperbarui atau di pindah ketmp yg lbh luas. Selain tu jg pemerintah daerah nya krg serius menggarap potensi wisata.. Kl mo digarap insyaallah g klh sma kota lain

      Like

  3. waaa… nostalgia lagi nih ttg Semarang. Hehehehe… selama 6 tahun di sana ternyata sy hanya bisa melihat dari luar saja bangunan2 itu, yg pernah sampai masuk hanya masjid Agung Jawa Tengah saja. Kalo ganjel rel pernah kayaknya makan itu, suerete pol, makane sama teh manis, waktu itu dikasih sama ibu kos 😀

    Like

  4. Tiap kali mudik ke Solo/Yogya, pasti mampir ke Semarang, tapi seringnya ke Tembalang sih. Karena ada sepupunya suami di sana. Karena seringnya sampe disana malam (sekalian arus balik), jadinya ga pernah keliling. Taunya ya simpang lima dan bandeng juwana. Haha.
    Simpang lima juga udah banyak berubah, lebih rapi tapi jadi kurang asyik buat saya. hehe

    Waktu suami masih kuliah di UNDIP, naek kereta senja utama, sampe stasiun tawang dini hari, eh matanya malah iseng liatin lawang sewu. Untung ga pernah dikasih wujud si penghuni. Hehe

    Sepertinya harus menginap di semarang supaya bisa keliling wisata ini.

    Makasih infonya, Mak ^^

    Like

  5. Wah, asli Semarang ya? Salam kenal. Sayabaru setahun lebih dikit nih tinggal di Semarang, tapi udah jatuh cinta sangat. Enak tinggal di sini, lebih tenang dibanding Jakarta yang riweuh 🙂
    Btw, baru tau juga ada yang namanya ganjel rel 😀 lucu amat namanya, hahaha.

    Like

  6. Pingback: Wisata Kuliner di Semarang | momtraveler's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s