Tanaman Penyebar Cinta

Masih ingat nggak beberapa tahun ada sebuah tanaman hias yang membuat heboh sebagian besar penduduk Indonesia. Entah dari mana awal mula ceritanya, tanaman yang semula tidak terlalu dikenal namanya tiba-tiba menjadi primadona semua pecinta tanaman, bahkan sebuah kota di Jawa Tengah pun menobatkan dirinya sebagai sentra budidaya tanaman tersebut. Yup…. Itulah tanaman gelombang cinta. Ketenaran gelombangnya yang memukau menghobohkan semua orang seperti hebohnya gelombang Halyu (gelombang KPop) saat ini. Gelombang pada daunnya begitu sedap dipandang, bahkan seketika menebarkan cinta bagi setiap mata yang meliriknya.

Virus gelombang cinta ini rupanya juga menyebar keseluruh ruangan dirumah orang tuaku kala itu. Mama dan papa yang memang pecinta tanaman sejak dulu langsung terpikat dengan keindahan gelombang cinta sejak pertama kali melihatnya dan langsung membeli beberapa pot. Jenis gelombang cinta yang pertama kali dibeli kedua orang tuaku adalah jenis anthurium. Begitu tergila-gilanya mereka sampai kebun belakang rumah kami pun kemudian penuh dengan berbagai macam jenis gelombang cinta seperti jenis kuping gajah, kipas raja, jenmani, keris, lidah gajah, dan masih banyak lagi. Mereka merawat bibit-bibit gelombang cinta dengan penuh cinta setiap harinya. Selain memberi mereka vitamin dan mengelap daunnya satu persatu (bukan cuma dengan air biasa tapi dengan susu ckckkckkck….). Mama pun sering kali menyiram koleksi gelombang cintanya dengan air cucian beras dan air bekas rebusan daging, katanya sih air ini banyak mengandung nutrisi sehingga sangat baik untuk tamanan. Sambil menyiram bahkan mengajak simbok dan anak-anaknya mengobrol… hadeeehhh…… “Tanaman juga kan mahluk Allah, dia bisa merasakan kasih sayang kita, makanya dia tumbuh besar begini karena kita merawat mereka dengan baik,” itu yang sellau dikatakan mama ketika kami, anak-anaknya mengolok-olok mama yang asyik mengobrol dengan gelombang cintanya.

simbok sewaktu masih ABG.... sekarang jauh lebih besar

simbok sewaktu masih ABG…. sekarang jauh lebih besar

Dari sekian banyak bibit gelombang cinta yang kami miliki ada sebuah gelombang cinta yang menjadi favorit orang tuaku. Gelombang cinta ini tumbuh sangat subur dan sering kali berbuah (biasa disebut tongkol), mama biasa menyebut gelombang cinta ini dengan “Simbok.”  Dinamakan simbok yang artinya ibu karena memang tanaman ini sangat produktif karena sering sekali berbuah. Tongkolnya yang berwarna merah ini ternyata mengandung banyak biji didalamnya. Apabila disemai satu persatu jumlahnya bisa mencapai ratusan. Kalau sudah saatnya tongkol dipetik, mama dan papa begitu antusias hingga bisa seharian menyemainya. Kami anak-anaknya tak luput kebagian tugas menyemai biji gelombang cinta. Setelah disemai, ratusan biji ini kemudian dijemur lalu dimasukkan kemedia tanam.

Hampir setiap hari mama sibuk dengan gelombang cintanya, begitu juga papa. Kesibukannya sebagai seorang dokter tidak menghalangi kecintaan papa terhadap gelombang cinta. Setiap minggu papa dan mama rela berpanas ria demi mengurusi “anak-anak” mereka ini. Kadang mereka berburu hingga ke Ungaran dan Karang Ayu hanya demi memperbanyak koleksi gelombang cinta mereka. Awalnya saya heran, kok bisa tanaman ini memikat hati begitu banyak orang, termasuk orang tua saya. Gelombang cinta tak ubahnya seperti tanaman hias pada umumnya yang bahkan tak berbunga tapi entah kenapa tanaman ini begitu kondang hingga harganya pun menembus jutaan rupiah.

salah satu anak simbok yang nggak kalah suburnya

salah satu anak simbok yang nggak kalah suburnya

Keberhasilan kedua orang tua saya membudidayakan gelombang cinta ini rupanya mulai terdengar hingga ke beberapa orang. Beberapa kawan mereka bahkan menyempatkan diri berkunjung kerumah untuk sekedar melihat dan membuktikan kedahsyatan “simbok.” Hampir semua yang pernah datang berdeca kagum melihat simbok yang tumbuh begitu besar hingga kami harus mengganti potnya terus menerus. Langsung deh otak bisnis ku berputar, bayangkan berapa keuntungan yang bisa kita raup dari tanaman hias ini?

Suatu ketika ada seorang bapak datang berkunjung jauh-jauh dari Solo untuk menawar simbok,tak tanggung-tanggung bapak itu mengeluarkan angka Rp. 80.000.000. wwoooowww….sesuatu banget kan!!! Kami yang ikut mendengar percakapan itu udah langsung girang bukan alang kepalang, Rp.80.000.000 gitu lohh…. Beberapa hari kemudian bapak itu datang lagi dan menaikkan harganya hingga Rp. 120.000.000 tapi dengan santainya mama dan papa menolak tawaran tersebut dengan alasan nggak tega melepas simbok. Karena kasian si bapak pulang dengan tangan kosong, mama memberikan satu pot gelombang cinta (salah satu anak simbok) yang sudah lumayan besar for free. Bapak itu pulang dengan wajah sumringah, kami, anak-anaknya cemberut dan marah-marah. Kedermawanan ini terus saja berlangsung, setiap ada yang berkunjung melihat simbok mereka mendapatkan satu anak simbok dengan cuma-cuma …. Alamaaakkk !!!

nadiaku

nadia nutupin gelombang cintanya ya 😉

Sampai detik ini Simbok masih berdiri kokoh dirumah kami. Meskipun sudah tidak seproduktif dulu tapi dia sudah punya beberapa pot penerus yang mewarisi kesuburannya. Gelombang cinta kini namanya tak lagi setenar dulu, harganya pun tak lagi semahal dulu, tapi cinta dan kesetiaan kedua orang tuaku pada tanaman ini tetap subuh sesubur koleksi gelombang cinta mereka. Rumah mereka dikota Semarang masih dipenuhi gelombang cinta. Tertarik membuktikan seberapa banyak koleksi mereka? Silakan langsung berkunjung ke Semarang, siapa tahu dapat satu pot gelombang cinta anakan gratis… heheheh….

Masih belum tau gelombang cinta??? Ckckkck….TERLALU !!! Sini aku kenalin dulu

Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa. Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu Anthurium cyrstalinum (kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum, Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan Anthurium scherzerianum. Anthurium adalah genus besar tanaman berbunga dari arum keluarga (Araceae ). Kurang lebih silsilah Anthurium seperti ini nih:

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

     Subkingdom:Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

        Super Divisi:Spermatophyta (Menghasilkan biji)

            Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

               Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

                  Sub Kelas: Arecidae

                     Ordo: Arales

                        Famili: Araceae (suku talas-talasan

                           Genus: Anthurium

                               Spesies: Anthurium plowmanii Croat.

Tanaman hias ini sempat menjadi tanaman termahal dan terpopuler pada tahun-tahun lalu, tetapi seperti halnya kehidupan akhirnya mati juga pasaran dari anthurium! yang diikuti penurunan harga secara drastis. Sebenarnya anthurium mempunyai banyak sekali spesies, bukan hanya anthurium Jenmani, anthurium gelombang cinta, anthurium kobra dll. Dan berikut ini sedikit daftar nama spesies-spesies anthurium di seluruh dunia:

  • Anthurium acaule Anthurium acaule
    • Anthurium acaule var. ellipticum Anthurium acaule var. Ellipticum
    • Anthurium acaule var. scolopendrium Anthurium acaule var. Scolopendrium
  • Anthurium acutangulum Anthurium acutangulum
  • Anthurium acutifolium Anthurium acutifolium
    • Anthurium acutifolium var. acutifolium Anthurium acutifolium var. Acutifolium
    • Anthurium acutifolium var. herrerae Anthurium acutifolium var. Herrerae
  • Anthurium acutinervium Anthurium acutinervium
  • Anthurium acutissimum Anthurium acutissimum
  • Anthurium acutum Anthurium acutum
  • Anthurium aduncum Anthurium aduncum
  • Anthurium affine Afin Anthurium
  • Anthurium agnatum Anthurium agnatum

 

Ini cuma beberapa contoh spesies anthurium, masih sangat banyak spesies tanaman hias ini yang tersebar seantero Indonesia. Subhanallah ternyata dari satu genus tanaman saja spesiesnya bisa sangat beragam pantas saja kalau nama Anthurium membhahana sampai ke seantero Indonesia bahkan Asia. Inilah kekayaan Indonesia yang wajib kita jaga dan lestarikan supaya kelak anak cucu kita masih bisa melihat dan menikmati keelokan setiap gelombangnya. I love my green earth

Sumber:

http://getfreeartikel.wordpress.com/category/flora/

http://getfreeartikel.wordpress.com/2011/12/06/daftar-spesies-anthurium/

http://www.plantamor.com/index.php?plant=1499

http://tanamangelombangcinta.blogspot.com/2007/10/tanaman-anthurium.html

Tulisan di atas diikut sertakan pada Lomba  “Give Away Aku dan Pohon”

2013-07-29-05

Advertisements

25 thoughts on “Tanaman Penyebar Cinta

  1. saya dan suami termasuk penyuka tanaman,setaun yang lalu beli gelombang cinta. hanya bertahan satu minggu…padahal dah di taruh di dalam rumah tapi nggak bertahan lama,g cocok mungkin sama batam yang panasnya aduhaiiii 😀

    sukses GAnya mbk ^^

    Like

    • iya bener mbak ini tanaman yg pernah bikin heboh orang sedunia… ortuku juga sampe pasang teralis buat kebun belakang saking ketakutan tanemannya ada yg nyuri…. jan lebaaayyyy tenann 😉

      Like

  2. padahal yo mung kayak gitu ya mba Muna 😀 ibuku juga punya mba, tapi enggak heboh, paling cuma punya 2 pot buat pelengkap kebunnya. aku lebih suka memandang tanaman ibuku yg kayak lombok rawit, jeruk sambel, kenanga dan mangga. iso diundhuh hasile 😉

    Like

  3. hehe di rumah saya juga ada mbak, ukurannya sekitar dua meter lebih hehehe dan sudah ditawar tp ga dilepas orang tua.. gatau kenapa kok gede banget.. orangtua memang pecinta tanaman, tapi kebanyakan udah dikasi ke keluarga atau kerabat, sisa yang paling gede itu, si raksasa

    Like

    • Wah sama berarti seperti orang tuaku mbak… sukanya bagi2 gelombang cinta kesemua orang padahal kan lumayan ya kalo dijual hehehe…. dirumah juga sekarang tinggal beberapa biji sama ada dua raksasanya.
      makasih sudah mampir ya 🙂

      Like

  4. Wow, udah ditawar 120 juta masih ga dilepas? Sungguh terlalu! Hehe, pasti begitu deh yang ada di pikiran anak2 si mama dan papa ya, mbak. Kalo aku juga akan berfikir spt itu. Tapi begitu deh, cinta, menjadi pengikat, yg membuat kita yg kadung jatuh cinta pada sesuatu, berkeras utk tak akan melepasnya walau ditukar dg harga berapapun. 🙂

    Di Aceh juga dulu, aura ‘gelombang cinta’ ini begitu dasyat dan mewabah, mbak. Aku sampai heran deh, orang tua ku pun ikut2an kena wabah ini, tapi ga bertahan lama.

    Sukses utk GAnya yaaa. Semoga menang!

    Like

    • iya mbak..kita sampe guling-guling saking mangkelnya.. masa udah ditawar semahal itu nggak dilepas juga.. cinta mati banget mereka. Kayanya dulu mang gelombang cinta namanya beken sampe kemana-mana ya, sayang nggak bertahan lama.
      makasih sudah mampir kesini, didoain pula, seneng banget 🙂

      Like

    • iyo mbak subur banget, dalam setahun bisa beberapa kali keluar tongkolnya, isinya juga buanyak banget … bikin sibuk orang serumah….
      mau kah? nanti kumintain deh sama mama 😉

      Like

  5. Dulu harganya mahal, bahkan aku dengar ada yg rela beli bunga ini dg mobil avanza nya… Punya ku ada yg besar di rumah di bali, tp aku bawa anakannya ke malang, kok tumbuhnya jelek ya? harus diberi apa ya enaknya?
    poppy-wle.blogspot.com

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s