Mudik ke Bali

beratan templeMudik biasanya kekampung halaman ya, kok ini ke Bali?? Catatan perjalananku kali ini emang sedikit berbeda. Puasa tahun lalu kami berencana mudik ke Aceh, tapi rupanya Allah berkehendak lain. Mamak mertua meninggal saat sedang menjalankan ibadah Umrah ditanah suci (semoga khusnul khatimah mak, amiin) dibulan April beberapa bulan sebelum bulan Ramadhan datang. Rencana kumpul keluarga seketika batal, nggak seru rasanya pulang tanpa kehadiran mamak dan ayah yang sudah berpulang kerumah Allah.

Karena batal pulang ke Aceh akhirnya kami memutuskan pulang ke Semarang dan berlebaran bersama mama papaku. Nah diawal bulan Ramadhan aku iseng-iseng berkunjung ke websitenya AirAsia. Dimulailah otak atik tanggal dan jam penerbangan, siapa tahu nemu tiket promo. Eh pucuk dicinta ulam tiba… daptelah itu tiket promo AirAsia Surabaya—Bali dengan harga Rp. 99.000. Dasar emak-emak tukang jalan, nemu tiket promo langsung heboh dehh… tanpa pikir panjang langsung nelpon si abang yang lagi sibuk dikantor, dan setelah beberapa kalimat rayuan dan bujukan, akhirnya terbookinglah tiket promo Surabaya—Bali….. berhasil ….berhasil….berhasil… Hore…. (Dora mode on)

Supaya nggak terlalu merasa berdosa sama ortu, seminggu sebelmum lebaran, aku dan Nadia cabut ke Semarang dan abang menyusul setelah kantor liburan. Lebaran kedua kami bali lagi ke Surabaya karena besok subuh akan terbang ke Bali.. uhhuuuyyy. Namanya juga tiket promo, pasti ada sedikit perjuangannya. Pesawat kami ke Bali berangkat jam 05.45 dari Juanda International Airport, kebayang dong kehebohan kami pagi itu. Jam 03.00 kami bangun dan siap-siap, Nadia terpaksa diusung dalam keadaan merem. Alhamdhulilah jalanan masih lengang karena hari masih pagi, jadi cuma butuh 15 menit dari rumah menuju Airport. Mendengar hiruk pikuk suara manusia diairport akhirnya Nadia bangun juga, syukurlah tangan ini udah mulai retak-retak karena harus gendong Nadia. Beres check in kami shalat subuh dulu, lha tadi cabut dari rumah belum adzan. Pas selesai shalat pas panggilan untuk penumpang Air Asia terdengar.. Alhamdhulilah….. Bali…. Here we come…….

tapak siring castletemple in the castle

Ketiga kalinya ke Bali, tapi inilah pertama kalinya menginjakkan kaki di Bandara Ngurah Rai. Maklumlah dulu kalo ke Bali bareng rombongan karya wisata SMA dan KKL pas kuliah hehehe… Bandara Ngurah Rai masih dalam proses renovasi saat kami sampai so suasana agak semrawut. Nggak berapa lama supir kakak ipar datang, yups…. How lucky we are karena tahun itu salah satu kakak abang dipindahtugaskan ke Bali, so soal akomodasi dan transportasi, aman terkendali hehehe….

Nah berhubung hari masih pagi rasanya pengen langsung menjelajahi Bali. Abis mandiin Nadia, sarapan, dan naruh koper dirumah langsung deh kami cabut. aku sudah menargetkan beberapa tempat yang memang belum pernah kukunjungi. First destination adalah Istana Tapak Siring. Salah satu tempat peristirahatan bung Karno ini masih terawatt dengan baik. Meskipun kita nggak bisa masuk kedalam, masih ada taman dan Pura yang bisa kita nikmati kok. Weiittss… belum juga masuk Nadia muntah pas dipintu gerbang… alamak mana lupa nggak bawa baju ganti (pelajaran 1: saat traveling bersama anak, bawa baju ganti itu wajib hukumnya). Terpaksalah beli baju ditoko souvenir. Abis muntah langsung minta susu, eh terus dia seger lagi…. Ckckck… dasar bocah.

Puas keliling sana-sini, mulai laper nih perut. Paling aman kalo di Bali nyari restoran Padang deh. Eh pas perjalanan pulang kami ngelewatin Pasar Sukawati, nggak mungkin lah ya melewatkan tempat yang satu ini. Wes supaya besok jalan-jalannya nggak galau karena belum belanja, langsung aja kami berhenti. “Satu jam cukup ya dek,” abang mengingatkan. “Oke boss.” Dalam hati si mbatin nggak mungkin lah belanja satu jam dipasar Sukawati. 2,5 jam kemudian…… “Dek kaki abang udah pegel ini.” Halahh si boss udah mulai bête, daripada nggak dibayarin ya wes lah pulang dulu.

senja dibukit Kintamani

senja dibukit Kintamani

Day two… mumpung masih pagi mampir bentar ke Sanur. Nggak perlu lama-lama, yang penting Nadia bisa main air. Setelah bersih-bersih dan sarapan seadanya dirumah (telur ceplok andalanku) kami pengen ke GWK nih. Dulu jaman KKL udah pernah si kesana tapi belum terjelajahi secara sempurna.. halaahhh. Mungkin karena Bali bukan destinasi mudik, jalan maupun tempat wisata yang kulalui berasa agak sepi. Sip lah jadi lebih seru jalan-jalannya. Pelajaran no.2, jangan lupa kewajiban shalat, apalagi di Bali susah nyari masjid/mushala. Mumpung nemu mushala di GWK langsung deh shalat dzuhur dijamak qashar ma Ashar. Matahari sudah bersiap kembali keperaduan saat kami sampai dibukit Kintamani. Bbbrrr…. ternyata cukup adem disini, but no worries… disini banyak resto dan caffe yang siap menemani kita menghangatkan badan. Pemandangannya juga woke kok, tetep bisa foto-foto lah hehehe…. Kalau kami lebih memilih duduk dibangku yang memang tersedia disana sambil menikmati pop mie hangat. Bahagia itu memang sederhana ya 😉

kuta bali

Maksud hati dihari ketiga ini pengen ke Bedugul, tapi si kakak ipar ngusulin ke danau Beratan. Wah ide bagus tuh, belum pernah kesana juga soalnya, ya wes… cuuuzzz ke TKP. Letaknya ternyata lumayan jauh dari kota, karena memang jauh diatas bukit. Bagi yang belum tahu, Danau Beratan itu ternyata sering kita lihat setiap hari lho. Gambarnya ada diuang pecahan Rp. 50.000, inget kan?? Ternyata aslinya, subhanallah, indah luar biasa. Sayang cuaca siang itu agak mendung dan berkabut jadi nggak bisa menjelajahi danau dengat speed boat. Satu hal yang menarik disekitar kawasan Danau Beratan ini banyak muslimnya lho. Terlihat banyak masjid dan rumah makan berlabel halal disini.

Puas muterin danau Beratan, kami lanjut ke Tanah Lot, salah satu objek wisata favoritku di Bali. Berbeda dengan beberapa tempat wisata yang tampak sepi, disini makin sore makin ramai pengunjung, semua dengan tujuan yang sama. Kami ngejer moment sunset yang katanya “perfect picture” di Tanah Lot. Pelajaran no. 3, jangan lewatkan moment2 sempurna saat liburan, apalagi bagi pecinta dunia fotografi. Beberapa tempat memang nggak boleh dilewatkan .Ada satu kejadian lucu saat kami lagi asyik menunggu moment sunset, ada turis dari China yang mendekati kami. Dengan bahasa Inggris seadanya dan aksen yang aku nggak mudeng, dia meminta Nadia untuk berfoto bersama anaknya. Weleehhh…. Biasanya kita yang heboh foto ma bule… ni si bule yang minta foto bareng…. Jadi geer gimana gitu. (kumat narsisnya).

menangkap senja di Tanah Lot

menangkap senja di Tanah Lot

Nadia and Ju Li.. si bulay dari China

Nadia and Ju Li.. si bulay dari China

Legian, adalah tujuan kami dihari keempat. Tadinya si pengen ke Bali Marine Safari atau Taman Safari III yang lagi ramai dibicarakan (apik tenan katanya). Eh apa daya entrance tiketnya larang banget, Rp 240.000, baik dewasa maupun anak-anak. Buat kami tiket segitu lumayan banget, ya wes lah terpaksa dipending dulu. Pelajaran no. 4, buat yang budgetnya mepet seperti daku nggak perlu lah maksain diri ketempat yang mahal, banyak alternative lain yang lebih bersahabat kok. Sowan ke mabh google aja, banyak alternative yang bisa kita pilih kok, apalagi di Bali yang emang surge pariwisata. Mengobati kekecewaan kami mampir ke Joger dan jalan-jalan diseputaran Legian sekalian nunggu matahari rada bersahabat. Menjelang sore baru deh kami main ke pantai Kuta. Ke Bali nggak afdol rasanya ya kalo nggak ke Kuta, padahal banyak juga pantai lain yang nggak kalah kondangnya. Nah menutup liburan kami di Bali, kakak ipar ngajakin kami dinner di Jimbaran, kalau kami si mana sanggup makan di Jimbaran.restoran eksklusif pas ditepi pantai dengan harga ekslusif juga. Sambil makan bisa melihat pesawat yang turun maupun lepas landas dari Ngurah Rai airport. Pelajaran no.5, silaturahmi terutama sama saudara itu pentiiing banget. kita nggak pernah tahu kapan kita butuh banuan mereka. Kaya kami ni yang dapet bonus free accommodation and transportation, plus free dinner at Jimbaran Bali. Tuh kan.. silaturahmi emang memperpanjang rejeki, sudah terbukti dan teruji lho. 😉

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Time to say goodbye to Bali setelah 4 hari. Rasanya si pengen berlama-lama dan menjelajahi semua tempat di Bali, tapi apa boleh buat, AirAsia sudah menanti dibandara. Alhamdhulilah… perfect holiday, once again. Makasih ya Allah. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Advertisements

12 thoughts on “Mudik ke Bali

  1. Bali memang keren ^^d ya kak… semoga bisa berlibur kesana suatu hari. Foto2nya bagus2 kak, pake kamera apa?

    Aku juga kayaknya harus memperbanyak silaturrahmi dengan keluarga ataupun teman biar kebagian rejeki. 🙂

    Like

  2. seru ya jalan2 dadakan begini…..,untung aja ya ada saudara di Bali jadi bisa kapan aja cabutnya, nggak usah mikirin hotel yg lagi penuh he..he..
    salam kenal ya mak

    Like

  3. Have you ever thought about writing an e-book or guest authoring on other websites?
    I have a blog based upon on the same information you
    discuss and would love to have you share some stories/information.
    I know my subscribers would value your work. If you’re even remotely interested, feel free to send me an email.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s