Tenggelam Dalam Hijaunya kebun Raya Purwodadi

DSC_0102Mengobati sakit hati akibat gagal mengunjungi Kebun Raya Bogor bulan lalu, weekend ini kami isi dengan mengunjungi Kebun Raya Purwodadi yang terletak di kota Pasuruan. Si abang mungkin masih bisa merasakan kekesalanku karena cita-cita menjelajahi Kebun Raya Bogor dan memberi makan rusa-rusa yang ada disana bersama Nadia, so dengan baik hatinya membawa kami mengunjungi Kebun Raya Purwodadi sabtu kemarin. Kebun Raya yang juga merupakan salah satu pusat penelitian milik LIPI ini memang tak sebesar dan selengkap Kebun Raya Bogor, tapi cukup menghibur masyarakat sekitar, termasuk juga kami sekeluarga.

Kebun Raya Purwodadi berada disatu-satunya jalan menuju kota Malang dari Surabaya, insyaallah para pengendara yang melewati jalan itu akan melihat sebuah papan besar penunjuk lokasi ini. Apabila kalian berencana pergi kekota Malang melalui Surabaya, rasanya nggak ada salahnya berhenti sejenak disini. Tiket masuknya murah banget, cuma Rp. 6.000, ditambah Rp. 10.500 kalau kita mau berkeliling Kebun dengan mobil. Luasnya memang lumayan si, bagi yang nggak terbiasa jalan jauh sepertinya ini pilihan yang baik (daripada pulang dengan kaki bengkak). Tiket masuknya yang bersahabat membuat Kebun Raya Purwodadi selalu ramai pengunjung, terutama saat weekend.

Hijau dan rindang pepohonan seketika menyapa saat kami masuk kedalam Kebun Raya Purwodadi. Langsung saja kubuka kaca mobil dan mematikan AC, udara sejuk dan bersih yang jarang ditemui dikota Sidoarjo sudah selayaknya dinikmati sepuasnya. Nggak banyak warna lain dikebun ini karena memang tak banyak koleksi tanaman berbunga disini. Pohon hijau dan rindang dengan akar-akar yang menjuntai hingga ketanah menandakan usia pohon-pohon disini yang sudah sangat sepuh.

pemandangannya mirip kaya jalanan di Nami island ga si? hehehe...

pemandangannya mirip kaya jalanan di Nami island ga si? hehehe…

DSC_0203

Ada pemandangan menarik yang namapk di Kebun Raya Purwodadi ini. Banyak keluarga yang datang beramai-ramai lengkap dengan tikar dan perbekalan. Rupanya mereka ingin menghabiskan siang dengan berpiknik dibawah pohon rindang, seru juga ya. Karena kami belum pernah ke Kebun Raya Purwodadi sebelumnya jadi nggak terpikir untuk berpiknik disini, jadi kami cuma berkeliling sambil menikmati rindang pepohonan dan mencari objek foto yang menarik, selain aku ya pastinya…. Halaaahhhh…….

“Nadia.. coba lihat, itu pohon Mangga kak, sayang belum berbuah ya,” aku menjelaskan pada Nadia yang antusias melihat pohon-pohon hijau dan besar. “Kalau yang itu pohon apa ma? Yang itu, yang ini?” terus aja mulut kecil Nadia bertanya dengan penuh semangat, padahal si emak juga nggak tahu jenis-jenis pepohonan yang ada disini…hadeeuuuhhh….dari ribuan pohon yang ada diKebun ini ya cuma pohon Mangga dan kaktus aja yang dengan mudah bisa kuidentifikasi, jadi terpaksa deh dengan berat hati cuma bisa bilang nggak tahu sama Nadia…. Rempong deh kalo begini jadinya.

Berhubung saat kami tiba di Kebun Raya Purwodadi hari sudah lumayan siang (thanks to traffic jam aarrgghhh), jadi selepas shalat dzuhur kami duduk dibawah sebuah pohon rindang sambil mengobrol dan melihat kesibukan sekitar. Ada yang sibuk dengan menu makan siangnya, anak-anak menerbangkan laying-layang (jarang banget liat anak layangan ya sekarang), ada yang tidur, tapi kok nggak ada seorang pun yang tenggelam dalam buku. Kalau menurut aku si ini tempat yang pas banget untuk duduk santai dengan novel ataupun buku kesayangan, mungkin cuma aku seorang yang kepikiran bawa buku kesana. Rupanya minat baca masyarakat belum juga meningkat ya.

DSC_0199

Well nevermind… kita lanjutkan perjalanan saja lah. Nah sambil baca buku yang minggu kemaren baru kubeli, kuawasi Nadia yang lagi semangat nyobain beberapa permainan yang tersedia disini. Papa Nadia? Jangan ditanya… si abang rupanya lagi sibuk sama hobi fotografinya, jepret sana jepret sini. Ya sutra lah yang penting nanti hasilnya oke, bisa jadi penunjang artikelku …. So go for it honey. 😉 ini namanya simbiosis mutualisme, hobby jalan-jalan ekaligus fotografi terpuaskan, bahkan Nadiapun bisa lari kesana kemari dengan gembira. Siipp lahh….

 Oya jangan heran kalau anak-anak betah berlama-lama disini, ada beberapa mainan, danau kecil dengan kapal bebek, juga kolam kecil untuk balita. Meskipun siang itu panasnya luar binasa, anak-anak tetap bersemangat lari kesana kemari tanpa khawatir baju mereka penuh keringat atau takut kulit mereka akan terbakar…. Hmmm really miss that moment. Overall… it was a great day, pepohonan yang hijau dan rindang, akitivitas yang menyenangkan, dan budget yang bersahabat (teteuuupp). Tubuh dan pikiran yang lelah sudah fully recharged dan siap beraktivitas kembali

DSC_0172

bukan maksud hatiku meniru gaya foto seseorang lho ya hehehe....

bukan maksud hatiku meniru gaya foto seseorang lho ya hehehe….

Advertisements

23 thoughts on “Tenggelam Dalam Hijaunya kebun Raya Purwodadi

  1. Lewat sih sering, cuman masuknya yang belum pernah..
    reviewnya membuat pengen berkunjung kesana
    tapi kok ada penampakan wanita timur tengah berjilbab ya.
    dibawah pohon, sendirian lagi…. hiiiiiiii sereeeemmm

    Like

  2. jeung roro mbakyuuuuu…. Piye kabareeee???? Mizz u much… Itu point utamanya adalah seorang model yg berpose nempel pohon,hehe…. Ma’af lahir batin ya? G ke semarang?

    Like

    • masyaallah…. tamu agung mampir ke blogku… maaf lahir batin kang… miss u soo…
      kemaren lebaran di Jakarta mas, insyaallah kalo ke Semarang mampir kampus yo.. sun buat Pelangi 😉

      Like

  3. Nami island itu dimana? Eeh main di kebun raya memang adem ya, aku baru sekali di Kebun Raya Cibodas, dan ceritanya berseri meleber sampe sekarang belum rampung 😆

    Like

    • Nami island di Korea maks..yg ada di Winter Sonata tuh…
      btw mang bener sedep banget main ke Kebun Raya.. ijo royo-royo …..sukaaa…. aku masih menunggu cerita selanjutnya lo mak 😉

      Like

      • Aah.. sepertinya cuma dirimu yang menunggu wkwkwk.. klo dipikir itu masih panjang, day 3 ke air terjun sampe terdampar di kota tua jakarta karena naik kereta dari bogor. wkwkwk

        Like

  4. Sering lewat tapi belum pernah mampir. Mungkin karena saking besarnya jadi dari depan kelihatan sepi pengunjung. Mau masuk akhirnya males deh hehe..
    Mungkin kapan-kapan aku akan kesini..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s