Kejutan Mungil Dipagi Hari

si ganteng Muezza

si ganteng Muezza

Seperti biasanya selepas shalat Subuh aku keluar dari kamar untuk memulai aktivitas. Hariku dimulai dengan membuka semua jendela dirumah mungilku agar udara pagi yang segar dan bersih memenuhi seluruh ruangan. Saat membuka tirai jendela ruang tamu tak sengaja kulihat sosok mungil tertidur pulas dibawah salah satu pot bunga yang ada diteras rumahku. Seekor kucing kecil rupanya memutuskan bermalam diteras rumahku semalam.

Aku membuka pintu perlahan, berharap tak membangunkan mahluk mungil berbulu hitam dan putih itu. Sehalus apapun caraku ternyata telinganya yang super sensitive mendengar langkah kakiku. Tak seperti kucing kecil yang biasanya takut pada sosok manusia, si mungil ini justru mendekatiku sambil mengeong lembut. Matanya yang hijau dan wajahnya yang bulat seketika memenangkan hatiku. Dengan manja kucing kecil tadi duduk melingkar dibawah kakiku lalu melanjutkan tidurnya. Nggak tega rasanya melihat kucing yang begitu kecil harus hidup sebatang kara. Aku mencari-cari induk ataupun seseorang yang mungkin membuangnya, tapi hari masih sangat pagi, taka da seorang pun dijalanan.

Sayang sekali pagi itu aku tak punya makanan untuknya, hanya sepiring susu putih yang dengan lahap dihabiskannya dalam sekejap. Susu tadi sepertinya mengembalikan energy nya sehingga dia mulai mengeong dengan keras dan mengikutiku kesana-kemari. Suara berisiknya berhasil membangunkan suami dan anakku. Nadia sangat antusias melihat kucing kecil itu. Da mengelus dan menggendongnya tanpa takut. Sejak tahun lalu Nadia memang ingin memelihara kucing, tapi aku selalu menolak permintaannya mengingat Nadia mengidap asma.

“Kita pelihara ya ma,” Nadia memohon padaku. Sejak dulu kucing selalu jadi binatang favoritku namun pertimbangan kesehatan Nadia membuatku berpikir seribu kali untuk memelihara mereka. “Coba kita cari dulu yang punya kak, mungkin saja kucing ini ada pemiliknya. Pasti mereka sekarang lagi sedih dan mencari kucing ini,” jawabku. “Tapi kalau nggak ada yang nyariin, kucingnya buat aku aja ya ma,” Nadia ngeyel. Aku cuma bisa tersenyum menatap Nadia yang seketika akrab dengan si mungil.

nadia n mueeza

Sejak pagi kucing kecil itu tak beranjak sedikitpun dari teras rumahku, bahkan hingga beberapa hari serelahnya. Mengejar kupu-kupu dan serangga kecil, tidur, bermain-main, makan, lalu tidur lagi, itu yang dikerjakannya setiap hari. Aku memberinya makan seadanya, tulang ayam, nasi dengan ikan teri, bahkan kerupukpun habis dilahapnya. Dia jelas bukan kucing yang pemilih. Semakin lama semakin nyaman si kucing tinggal dirumahku walaupun aku belum mengizinkannya masuk kedalam rumah. Berusaha mengusirnya pun percuma karena entah bagaimana dia selalu berhasil kembali, belum lagi rengekan Nadia apabila tak melihat kucing itu saat pulang sekolah. Aku mencoba mencari tahu dari mana kucing ini datang tapi tak ada yang tahu, bahkan melihatnya pun sebelum ini tak pernah. Aneh memang, sepertinya kucing ini jatuh dari langit langsung menuju teras rumahku.

Sebulan berlalu, nampaknya kesehatan Nadia baik-baik saja, tak ada gejalan alergi apapun yang dialami Nadia. Aku dan suami pun akhirnya sepakat memelihara kucing itu. Muezza, itulah nama yang kami pilih untuknya. Nama Muezza diambil dari nama kucing peliharaan Rasulullah SAW yang begitu dicintainya. Sejak memutuskan memelihara Muezza rumah mungil kami semakin ramai, tak hanya teriakan dan canda tawa Nadia yang menghiasi hari-hari kami, namun juga ngeongan manja Muezza. Nadia pun ternyata sangat perhatian pada Muezza, piring makan dan tempat minum Muezza tak pernah dibiarkannya kosong, bahkan Nadia yang selalu mengingatkanku apabila stok makan Muezza habis. Nadia begitu telaten dan sayang pada Muezza, bahkan dia membahasakan dirinya dengan sebutan kakak, hehehe…. Jadi berasa punya bayi lagi. Ternyata ada manfaatnya juga memelihara Muezza, Nadia jadi belajar bertanggung jawab dan belajar menyayangi mahluk Allah.

Meskipun Muezza bukan kucing Anggora atau Persia, kami tetap memeliharanya dengan baik karena kami menganggapnya sebagai keluarga. Kami memberinya makanan kucing yang harganya cukup mahal, memberinya vitamin, melatihnya buang air dan memberikan tempat khusus untuk buang air, bahkan memandikannya seminggu sekali. Sebelum memandikan Muezza kami mencari informasi dari google dan YouTube supaya nggak melakukan kesalahan. Seperti memandikan bayi, pertama kali memandikan Muezza rasanya heboh sekali. Begitu banyak yang harus disiapkan, cotton bud, tissue basah, shampoo, air hangat, handuk, hair dryer, bahkan semua jendela kami tutup karena khawatir Muezza akan kabur, ckckck…. heboh pisan lah. Awalnya susah sekali memandikan Muezza karena dia langsung berontak saat dimasukkan kedalam air, namun lama-kelamaan dia terbiasa dengan ritual ini. Bulunya menjadi lembut dan halus setelah dimandikan, rasanya ingin menggendongnya terus-menerus.

ngumpet diantara boneka-boneka Nadia

ngumpet diantara boneka-boneka Nadia

Seperti kucing laki-laki pada umumnya, Muezza sangat aktif. Aku sengaja membiarkannya berlarian diluar rumah saat pagi hari, bagaimanapun menurutku hewan membutuhkan ruang terbuka. Biarlah sesekali dia melihat dunia, bermain bahkan bertengkar dengan kucing lain, toh dia akan selalu kembali kerumah kalau sudah mulai ngantuk ataupun lapar. Muezaa suka berlarian kesana kemari, memanjat pohon, merusak semua tanaman dihalaman rumah, bahkan mengasah kukunya disofa baruku… gggrrr…. Sebel juga rasanya tapi apa boleh buat? Sudah terlanjur cinta heheeh…

Sebagai keluarga yang hobby traveling, punya hewan peliharaan memang agak merepotkan. Setiap hendak pergi kami terpaksa harus menitipkan Muezza pada tetangga sebelah (maaf ya jeng merepotkanmu hihihi). Untunglah Muezza bukanlah kucing yang susah diatur, asalkan ada makanan dipiring, air minum, dan pasir serap (toilet Muezza diluar rumah) semua akan baik-baik saja. Dimanapun dia berada saat itu, Muezza akan berlari menyambut kami saat mendengar suara mobil mendekat, lucu sekali ya. 

sleeping beauty

sleeping beauty

Suatu kali kami kelupaan mengeluarkannya saat kami hendak ke pergi Malang. Sebelum pergi aku melihatnya asyik tertidur dikamar Nadia, karena tak tega membangunkannya kubiarkan saja Muezza tidur, eh akhirnya malah kelupaan. Sepanjang jalan aku nggak bisa berhenti khawatir kalau-kalau sesuatu terjadi pada Muezza. Aku tak mau menambah dosaku dengan membiarkannya kelaparan dan kehausan didalam rumah. Walhasil rencana kami bermalam di Batu, Malang batal gara-gara takut Muezza kelaparan….. haddeeeehhh….

Kini usia Muezza sudah dua tahun. Dia makin gendut dan menggemaskan, kami jadi makin menyayanginya. Semoga setiap tetesan air, makanan, dan kasih sayang tulus kami menjadikan tambahan pahala bagiku dan keluarga. We love you Muezza. 

gapertamaku

Postingan ini diikut sertakan dalam Giveaway Aku dan Peliharaanku

Advertisements

24 thoughts on “Kejutan Mungil Dipagi Hari

  1. kucinge motone apik men kuwi, jenenge yo apik koyo jeneng stadion ning itali, giuseppe meazza. ning aku ra seneng kucing, la manja og dek’e. tapi yen ngingeti kucing sing resik yo seneng sih jane. koyo kucing neng dhuwur ki, resik mesti perawatan terus hehe.

    Like

  2. Suka liat foto putrinya … senyumnya maniiiis sekali mak. Juga cerita ttg kucingnya, aiiih lucunya 🙂
    Moga menang ya mak
    Btw, pengumuman GAnya kapan ya mak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s