The Art of Coffee

Nongkrong di cafe sembari menikmati secangkir kopi sepertinya sudah jadi budaya jamak saat ini. Menjamurnya café yang menawarkan berbagai varian mungkin jadi salah satu pertanda kalau kopi memang banyak digemari. Kopi sepertinya semakin kondang dan digemari karena aroma dan rasanya yang khas. Entah sekedar mengikuti trend atau memang pecinta kopi sejati rela mengeluarkan budget khusus demi merasakan kopi dengan cita rasa yang otentik.

Sejak mengenal kopi saat duduk dibangku SMA dulu, hidupku sepertinya sudah tak terpisahkan lagi dari kopi. Entah karena sugesti atau memang sudah kecanduan, kalau nggak ngopi rasanya gimana gitu? Bete, cranky, walhasil serba salah, tapi begitu disodorin secangkir kopi langsung deh jinak jinak merpati hehehe. Kalau ditanya jenis kopi favorit si hampir semua aku suka, black coffee, cappuccino, latte, frapuchino, name it all… I love them all. Pengen sekali mencoba berbagai jenis kopi terutama yang berasal dari Indonesia, Cuma ada satu jenis kopi aja yang aku belum sanggup. Sebenernya penasaran juga pengen mencoba Kopi Luwak, tapi mengingat asal muasal biji kopi dan harganya yang mahal, jadi ya sutralah..

 cangkir kopi

The History of Coffee

Darimana si sesungguhnya asal muasal kopi? Mungkin belum banyak orang yang mengetahui kalau ternyata kopi itu erat kaitannya dengan budaya Islam. Di Yaman (yang juga adalah asal nenek moyangku) pada pertengangan tahun 1400-an, ada minuman baru yang terbuat dari biji kopi dan sangat populer. Orang-orang Yaman saat itu memanggang biji kopi, kemudian merebusnya untuk menghasilkan minuman yang kaya kafein, sebuah stimulan yang menyebabkan tubuh memiliki lebih banyak energi dan otak menjadi berfikir lebih jernih. Pada tahun 1400 dan 1500 an, kopi mulai tersebar luas di seluruh dunia Muslim, dan toko-toko kopi mulai bermunculan di kota-kota besar. Kaum muslimin meminum kopi dimalam hari agar mata terjaga sehingga dapat melaksanakan shalat malam dengan khusyuk. Kedai kopi pertama yang ada didunia dibuka di Istambul, Turki, pada tahun 1334, dan sejak saat itulah kedai kopi menjadi tempat tongkrongan saat itu, sebagai tempat bersosialisasi dan berkenalan dengan orang lain. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab: قهوةqahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai salah satu minuman berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi.

Kopi yang begitu sedap ini ternyata sempat dianggap minuman yang berbahaya karena berasal dari budaya umat Muslim. Saat masa kegelapan, bangsa Eropa Cuma mengenal air putih dan alcohol sebagai minuman. Tingginya konsumsi alcohol itulah yang mereka seringkali teller dan terus hidup dalam kegelapan. Lambat laun ditahun 1600an kopi mulai masuk kedaratan Eropa bahkan mulai banyak digemari. Sejak itulah kedai kopi mulai menjamur di Eropa bahkan menjadi tempat bertukar pikiran, membicarakan politik, filsafat, dll. Jadi kalau boleh dibilang, masyarakat Eropa harus berterima kasih pada umat Muslim karena berkat kopilah masa kelam dibenua Eropa akhirnya berakhir.

Jenis Kopi

biji kopi Arabica

biji kopi Arabica

Ada dua jenis kopi yang selama ini dikenal, Arabica (jenis terbaik) dan Robusta. Seperti namanya, kopi Arabica berasal dari jazirah Arab dan kemudian dikembangkan diberbagai daerah, termasuk Indonesia. Kopi ini cocok sekali tumbuh dinegara tropis dan subtropics. Kopi kualitas 1 ini berukuran kecil dengan warna hijau hingga merah tua. Sedangkan Robusta, pertama kali tumbuh di Kongo. Kenapa Robusta dianggap kopi kelas dua? Kopi ini ternyata kebih pahit, asam, dan mengandung lebih banyak kafein. Nah dari kedua jenis biji kopi ini, munculah beraneka macam minuman kopi seperti yang banyak kita jumpai. Ada kopi hitam tanpa campuran apapun, Espresso merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi. Coffe Latte, sejenis espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1. Cappuccino (my favorit), kopi yang ditambahkan krim dan serpihan coklat. Frappe  atau espresso dingin. Kopi tubruk, khas Indonesia, Kopi Moka, serupa cappuccino dan latte tapi dengan tambahan sirup coklat. Kopi Oleng khas Thailad yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan jagung, dan maish banyak lainnya.

 

Kopi, Berbahayakah??

Wah salah besar kalau ada yang bilang kopi itu minuman penuh racun. Kopi seringkali dituduh sebagai penyebab kanker dan penyakit berbahaya lain, padahal banyak penelitian telah membuktikan sebaliknya. Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap. Selain itu, kafein mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin. Kafein dalam kopi juga telah terbukti mampu mencegah penyakit serangan jantung. Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walau tidak signifikan.Di bidang olahraga, kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh).Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak. Antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun. See… sekarang nggak perlu khawatir lagi, insyaallah minum kopi itu bermanfaat. Tapi tetep ya jangan berlebihan, segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. (bicara pada diri sendiri) hehe.

How To Taste Coffe Properly

Bagi para pecinta kopi, minum kopi nggak sekedar menghabiskan seluruh isi cangkir hingga tak berbekas. Minum kopi itu ada seninya, ada ritual yang harus dijalankan supaya lebih nikmat. Ini dia tips ala momtraveler, sang penikmat kopi sejati 🙂

1.      Untuk membuat kopi yang endang markondang, top markotop, cara penyeduhannya nggak boleh sembarangan. Jangan seduh kopi dengan air mendidih karena aroma kopi akan menjadi gosong, cukup dikisaran 90 derajat aja.

2.      Setelah diseduh jangan langsung dimimun. Hirup dulu aromanya lekat-lekat, nikmati aroma khasnya memenuhi indera penciuman kalian. Hhhmmm…. Langsung kebayang aromanya yang khas… (lari kedapur nyeduh kopi).

3.      Minum kopi nggak boleh terburu-buru. Cara terbaik menikmati kopi dengan diseruput sedikit demi sedikit hingga tetes terakhir.

4.      Saat terbaik untuk ngopi adalah pagi  dan malam hari. Bagi yang punya maag jangan ngopi dalam keadaan perut kosong ya.. cari perkara itu namanya hehe…

Ternyata ngopi aja ada ritualnya, seru ya. Last but not least, sebagai saran cobalah kopi Arab dan kopi Aceh yang direbus bersama dengan airnya kemudian dicampur beberapa rempah seperti kapulaga dan cengkih, sensasi rasa dan aromanya beda banget. Well yang jelas semua varian kopi patut dicoba deh… sooo…. Enjoy your coffee  🙂

history of coffee

history of coffee

Sumber:

 http://www.decentcoffee.com/CoffeeHistory.html Coffee History Part One di Decentcoffee.com

http://muslimdaily.net/artikel/ringan/sejarah-kopi-minumannya-orang-islam-yang-mencerahkan-eropa.html#.Uikl6n-QP5M

Advertisements

28 thoughts on “The Art of Coffee

  1. Serasa kembali merefresh ingatan saya tentang kopi. Kalau orang indonesia cenderung memakai robusta dan menyeduhnya di air panas. Saya lebih suka arabica krna wanginya, hehe, pernah coba kintamani mak?katanya Ada rasa lemony nya. Tapi saya sendiri belum coba, jd penasaran. Hihihi

    Like

    • kalau kopi Luwak yg ada dipasaran itu nama merk mbak bukan kopi Luwak yg asli. Kalau yang asli harga per cangkirnya bisa $100 USD, karena memang proses nya rumit dan katanya si enak banget.. 😉

      Like

  2. Baru tahu ada ritualnya mbak, aku biasanya nyeduh kopi dengan air mendidih..dih… 😀 salah ya ternyata. Dan biar katanya kopi luwak itu dari kotoran luwak tapi aku kok ya tetap aja suka mbak, waktu minum nggak ngebayangin apa-apa. 😀

    Like

  3. robusta dan arabica memilki kekhasan yg sama2 nikmat. sampe sekarang sy masih suka meminumnya sesekali. dg racikan tambahan membuat kopoi panas yg saya seduh semakin mantap.

    Like

  4. Kopi untukku saat ini sebuah kebutuhan, Mak..Terutama kalau sedang haid, berguna banget buat ngusir bad mood dan sakit kepala. Entah apa jadinya dunia tanpa kopi. Dan yah ternyata kopi berawal dari peradaban Islam ya..Gak nyangka 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s