Pengalaman Pertama Nadia Nonton Bioskop

Nadia (5 tahun) sudah pernah mendaki Gunung Bromo dengan kaki mungilnya sendiri, sudah pernah bergulungan dengan ombak dan bermain pasir dibeberapa pantai nan indah di Indonesia, menikmati hijaunya kebun teh dan kebun raya, tapi Nadia belum pernah sekalipun masuk gedung bioskop. Hiks… Menyedihkan??? Mungkin nggak terlalu sih, tapi berhubung si emak dan bapak adalah penggila film, cita-cita membawa Nadia nonton dibioskop sudah ada sejak Nadia bayi. Thanks God akhirnya cita-cita ini terlaksana sudah minggu kemarin. Yes !!! 🙂

cinema XXIBioskop memang gedung yang cukup sakral bagi beberapa orang (halahh), terutama penggila film seperti aku. Zaman SMA dan kuliah dulu, waktu tiket masuk bioskop masih murah hehehe, hampir setiap weekend aku nonton. Film action, drama, komedi, bahkan kartun terasa makin asyik dinikmati dilayar lebar dengan sound yang menggelegar, seruuu banget. 😉 Kebiasaaan ini ternyata bersambut saat ketemu si abang, yang ternyata juga gila film. Kalau pas nggak sempet nonton kami sewa DVD atau beli (bajakan hiks….abis yang asli mahal sih). Inget banget pas hamil Nadia (6 bulanan) aku pengen nonton “The Bourne Supremacy,” film action yang dari sequel pertama jadi film favoritku. Ngeyel seribu persen harus nonton dibioskop walaupun tahu suara keras bisa bikin janin gelisah, apa daya keinginan ini begitu besar (maaf ya Nadia). Jadilah kami nonton… I was so excited and happy… tapi hasilnya dari bayi Nadia jadi kagetan. Mungkin nggak ada hubungannya sih..tapi tetep aja nyesel kalo inget. 😦

Sewaktu pindah ke Surabaya kami memasang home theater untuk memfasilitasi hobby nonton kami. Tak perlu yang mahal dan mewah, cukup yang sederhana yang penting suasana nonton dirumah jadi nggak kalah seru seperti layaknya nonton di XXI. Rupanya hobby ini turun dengan sempurna ke Nadia. Dia juga suka sekali nonton tentu saja dengan pengawasan kami yah karena nggak semua film kartun ternyata layak ditonton anak-anak. Lihat saja Narutto dan Sponge Bob, hampir semua anak-anak tergila-gila sama kartun ini padahal begitu banyak adegan kekerasan disini. Ada juga film bertema Princess yang kebanyakan anak perempuan suka, not to mention my baby, film semacam ini juga ada beberapa adegan dewasanya lho (kissing dll). 😦 Sayang… sungguh sayang sebagian orang tua belum aware akan hal ini, anak-anak dibiarkan nonton film kartun tanpa pengawasan

So sebelum kami mantab membawa Nadia kebioskop saya selalu search film kartun apa yang lagi tayang dan apakah film itu aman ditonton. Beberapa kali rencana kami gagal karena film kartun yang tayang setahun terakhir ini rada “berbahaya.” Alhamdhulilah minggu kemarin nemu film “Cloudy with a Chance of Meatballs 2.” Film pertama sudah kami tonton, and we loved it. Filmnya kocak, keren dengan imajinasi yang luar biasa (selalu takjub melihat film Hollywood yang daya imajinasinya begitu besar). Akhirnya, bismilah kami ke Surabaya dan mengenalkan Nadia pada salah satu gedung kesukaan kami, bioskop. 🙂

cloudy with a chance of meatball

Seperti yang sudah diduga Nadia seneng banget. Terpesona akan besarnya layar dan suara yang menggelegar (hihihi…ndeso deh), kami pun juga bahagia karena bisa membawa Nadia kebioskop. Harapanku sih dengan nonton film yang keren ini daya imajinasi Nadia juga bisa tumbuh subur, siapa tahu someday Nadia bisa jadi penulis scenario film atau penulis novel bestseller..amiinnn. 🙂

Anyway… izinkan aku berbagi tips bagi para orang tua yang kepingin bawa anaknya nonton di bioskop.

1.      Pastikan film yang akan kita tonton itu aman dari adegan “berbahaya.”

2.      Ceritakan pada mereka situasi bioskop yang pasti berbeda dari menonton film dirumah. Ceritakan mengenai ruangan yang gelap, layar yang besar, dan suara yang menggelegar.

3.      Pastikan kita sudah sampaikan aturan main nonton dibioskop, seperti nggak boleh berisik dan berjalan kesana kemari, tahu sendiri yang namanya anak-anak kadang nggak bisa diem.

4.      Terus berkomunikasi saat menonton, ceritakan apa maksud adegannya, tanyakan bagaimana perasaan mereka (apakah mereka ngantuk, lapar, lelah, dll).

5.      Selesai menonton tanyakan bagaimana kesannya dan jalan cerita filmnya (paham atau nggak sih), apakah mereka suka atau nggak nonton dibioskop.

Well… that’s all… pengalaman pertama Nadia nonton biokop begitu menyenangkan, kami pun tertular bahagia melihat antusiasme Nadia. Selamat menonton yah. 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Pengalaman Pertama Nadia Nonton Bioskop

  1. kalo ini sama kyk aku mba,,aku penyuka film,,tp sayang ngga ada bioskop di kotaku,,jd kurang bs update film2 baru,,paling beli dvd kalo uda keluar,,aku jg pngen bgt ngajak Aisyah nntn film di bioskop tp kyknya blm mungkin,,takut kalo teriak2 bisa ditimpuk pnonton yg laen he he

    Like

    • Toss dulu yuk kalo gitu, tiap minggu ada aja yang ditonton ya mbak. Kayanya Aisyah belum cukup umur deh, paling juga belom faham mbak. Menurutku sih usia TK tuh udah pas banget kenalan ma bioskop yg penting cari film yang cocok dan aman 🙂

      Like

    • wkwkwkk… masih bayi mah ga diitung ah mak, paling juga Daffa bobo tu sepanjang jalan. Mumpung udah cukupan umur Daffa ma Abyan, cobain gih bawa ke bioskop mumpung lagi ada film kartun 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s