My Father, My True Hero

Ayah, sosok pria paling special bagi anak gadisnya. Hubungan ayah dan anak perempuannya selalu punya cerita indah yang tak terlupakan. Rasanya tak cukup puas kuungkapkan hanya dengan 500 kata mengingat begitu spesialnya sosok papa dimataku. Yup… My father is my true hero. In any kind of weather he’s there to support me with his all his love.

 Aku menyimpan begitu banyak kenangan bersama papa tercinta. Ada yang penuh tawa, ada juga yang berurai air mata, semuanya kusimpan rapi supaya suatu hari bisa kubagi kisahnya pada anakku. Papa memang jarang terlihat dirumah, kesibukannya sebagai dokter spesialis Jantung begitu menyita waktunya. Kami sudah terbiasa melihat papa beberapa jam saja dalam sehari. Meskipun begitu, rasanya ada yang kurang kalau tak melihat dan mendengar suara papa dalam sehari. Salah satu kisah kami yang tak terlupakan adalah saat aku menemani beliau menghadiri World Heart Simposium di kota Vancouver, Canada. Seperti mimpi rasanya bisa melancong ke negara yang indah hanya berdua dengan papa. Cerita lengkapnya ada disini.

me and my dady

Saat travelinge ke Vancouver, Canada 🙂

Satu lagi kisah kami yang akan selalu terkenang adalah saat proses kelahiran anakku yang juga merupakan cucu pertama beliau. Saat itu kandunganku sudah mencapai delapan bulan lebih seminggu. Rasa lelah dan beban kuliah S2 yang berat membuatku stress luar biasa sehingga kuputuskan untuk meninggalkan Jogjakarta lebih awal (rencana akan pulang mendekati HPL). Saat itu suamiku bekerja di Surabaya, jadi hanya papa dan mama yang menjemputku di kos. Sehari setelah sampai dirumah aku mengalami flek, kupikir karena capek, lagipula HPL nya masih sebulan lagi. Ternyata eh ternyata… menjelang adzan Subuh ketubanku pecah tanpa permisi. Dengan perut gendut aku spontan melompat saking kaget dan paniknya. Tanpa persiapan apapun, aku, mama, dan papa segera berangkat ke Rumah Sakit setelah menelpon dokter kandunganku sebelumnya. Sesampainya di RS, ternyata tidak ada pembukaan sedikitpun dijalan lahir sedangkan air ketuban mengalir kian deras. Akhirnya dokter memutuskan melakukan operasi Caesar.

Suamiku yang jauh di Surabaya terpaksa melewatkan kehebohan ini. Syukurlah pihak RS mengizinkan papa mendampingiku selama proses operasi. Perasaan yang sudah kalang kabut menjadi tenang melihat papa terus berdiri disampingku hingga proses operasi selesai. Alhamdhulilah, dipagi yang cerah diakhir bulan Desember, cucu pertama papa terlahir kedunia. Papalah yang pertama kali menggendong Nadia, papa jugalah yang memperdengarkan adzan dan iqomat ditelinga Nadia. Guratan bahagian dan haru terlihat jelas dimata papa saat itu. Abangku baru berhasil mendarat di Semarang pukul 20.00 malam dan segera meluncur ke RS. Tlogorejo Semarang. Nadia sudah seharian ditangan papa dan sejak detik itu hingga saat ini mereka begitu lengket. Ketika Nadia menangis tak ada seorang pun yang bisa meredakannya kecuali papa. Tangan papa yang lembut dan hangat rupanya sangat membekas dihati cucunda. 🙂

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rizki, kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan pada papaku tersayang. Cinta ini selalu mengalir untukmu dalam setiap doa yang kupanjatkan pada Sang Maha Pengasih, pa. Maafkan Muna yang hingga kini belum bisa membahagiakan papa dan mama. Semoga harapan papa yang tersemat indah dalam namaku (Muna =Cita-cita, dalam bahasa Arab) dapat terwujud.  You are and will always be my true hero. 🙂

Fathers-Day-Quote-003

Artikel ini disertakan dalam Semut Pelari Give Away Time, Kenangan paling berkesan dengan papa

Advertisements

9 thoughts on “My Father, My True Hero

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s