Vihara Dewi Kwan Im, Belitung

Masih meneruskan episode traveling ke Belitung, kali ini kami mendarat di sebuah Vihara yang terletak di daerah Manggar, Belitung. Lokasinya cukup jauh dari pusat kota Belitung, naik turun bukit. Sepanjang jalan berbukit aku jadi teringat salah satu film kartun kesukaanku jaman SD dulu, NinJa Hatori. Inget nggak lagunya, “mendaki gunung lewati lembah….,” entah kenapa setiap lewat jalan berbukit itulah lagu yang nyangkut di kepalaku. 😉

vihara-dewi-kwan-im-belitungFor your information, sekitar 20% populasi di Belitung merupakan keturunan Tionghoa. Menurut sejarah sih para pendatang ini sudah ada sejak tahun 1750an. Tujuan mereka merantau sejauh itu adalah untuk menambang timah yang memang merupakan sumber daya andalan Pulau ini. Sebagian ada yang kembali ke tanah asal setelah menambang, tapi banyak juga yang menetap. Mereka yang menetap pasti lah beranak pinak dan meneruskan tradisi mereka di tanah Belitung hingga hari ini.

Salah satu bangunan yang erat kaitannya dengan tradisi pendatang Tionghoa ini adalah Vihara Burung Mandi, atau penduduk setempat biasa menyebutnya dengan Vihara Dewi Kwan Im. Vihara ini terletak diatas bukit dengan view Pantai Burung Mandi. Vihara ini di bangun sebagai tanda syukur para nelayan pada Dewi Welas asih ini. Nama Dewi Kwan Im juga pasti nggak asing lagi ya di telinga kita. Kayanya dari sekian banyak dewa dewi agama Budha, Dewi Kwan Im termasuk dewi yang cukup terkenal. 😉

Ketika kami sampai di Vihara ini nggak seorang pun yang terlihat disini. Sepiiiiiii bangett, jadi berasa turis VIP neh hehehe. Arsitektur Vihara ini kental banget dengan budaya China. Dominasi warna merah, anak tangga yang berbaris hingga puncak (kebayang Shaolin Temple), dengan aroma Hio yang menyebar ke seluruh penjuru ruangan. Namanya juga Vihara Dewi Kwan Im pastilah Vihara ini penuh dengan patung Dewi Kwan Im ya.

DSC_0060

Dari pengalamanku mengunjungi beberapa Vihara di Indonesia, pengunjung yang berbeda agama dilarang masuk ke area peribadatan. Jadilah kami cuma bisa menikmati arsitektur Vihara dari luar, tapi rupanya aturan ini tidak berlaku di Vihara ini. Semua pengunjung, apapun agamanya diperbolehkan memasuki semua area Vihara, tak terkecuali area sembahyang.DSC_0058

Honestly ini pengalaman pertamaku bisa masuk an mengamati detail bagunan Vihara bahkan sampai area persembahyangannya. Tapi tetep ya harus sopan dan menjaga kelakuan secara tempat ini adalah tempat ibadah. Selain patung-patung Dewa Kwan Im dan Buddha, di altar juga banyak Hio dan lilin berwarna merah. Sesajian yang berupa makanan dan buah-buahan tertata rapi di samping altar. Di area inilah baru ada penampakan manusia selain kami bertiga. Semua yang ada di altar sebelumnya menyalakan dupa dan berdoa dengan sungguh-sungguh pada dewa dan dewi mereka. Pengalaman perdana ini jelas nambah ilmu buatku, jadi kalau suatu saat ada yang nanya seperti apa bentuknya altar sembahyang di Vihara, aku udah bisa jawab. 😉

DSC_0074DSC_0071

Serunya tinggal di negara dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam  adalah kita bisa ikut menikmati keragaman budaya itu, nambah pengetahuan juga pastinya. Harapannya sih dengan bertambahnya ilmu, kita juga semakin menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Happy Traveling. 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Vihara Dewi Kwan Im, Belitung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s