Sudah kah Kita Mendatangkan Manfaat Bagi Orang Lain?

“Khairunnas anfa’uhum linnas”

“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang [aling banyak manfaatnya bagi orang lain”

(HR. Bukhari n Muslim)

Setelah ngubek-ngubek isi blognya pakdhe akhirnya ketemu lah sebuah tulisan sederhana tapi indah dan dalam sangat maknanya. Sebuah postingan khusus yang Pakdhe persembahkan untuk salah satu sahabat tercintanya, teh Nchie Hanie. Hadiah special yang ditulis pakdhe dengan penuh kasih sayang dan dibungkus dengan untaian doa indah untuk sang sahabat yang kala itu sedang berulang tahun. 🙂

teh nchieSebuah nasehat yang diberikan pakdhe tak hanya untuk Teh Nchie, tapi untuk semua pengunjung blog beliau, termasuk aku pastinya. 🙂 “Bagaimana kamu memanfaatkan umurmu?” Makjleb yo dhe… 😦 Pertanyaan itu membawa aku mengembara ke masa lalu *tsaaaahhh…. Teringat apa saja sih yang sudah kulakukan selama hidup ini? Sudah bermanfaatkah keberadaanku bagi orang banyak????

Sejak kecil aku suka sekali merayakan ulang tahun, bersama keluarga ataupun sahabat tercinta. Bertambah umur rasanya keren, makin gedhe, makin dewasa. Sekarang saat moment itu datang entah kenapa rasanya berbeda. Mungkin karena sekarang sudah resmi bergabung dengan club 30, club yang ditakuti banyak perempuan. 😦 Waktu itu ada rasa sedih, “Ya Allah..aku udah tuir nih, udah masuk club itu hiks….” 😦 Tapi kemudian kesedihan itu berlanjut dengan perenungan. Laju pertambahan umur memang tak ada yang bisa mencegah, itu sudah sunatullah. Nah sisa umur yang entah tinggal berapa ini mau dibawa kemana kah cah ayu?? (pertanyaan pada diri sendiri)

Masa muda sudah dilalui dengan penuh sukacita, sekarang masa setengah muda 😛 ingin kugunakan sebaik mungkin agar aku bisa membawa manfaat bagi banyak orang atau setidaknya keluarga terdekatku. Kalau dulu aku termasuk golongan peragu dan minder, maka tahun ini dua sifat jelek ini mau aku binasakan!! Aku tukar guling dengan optimisme dan semangat juang.

Orang bilang aku “hanya” ibu rumah tangga? Benarkah gelar ibu rumah tangga itu memalukan sehingga perlu disisipi kata HANYA? Well semua tentu tergantung dengan bagaimana kita menyikapi predikat itu? Mau setiap harinya mengasihani diri karena “hanya” jadi ibu rumah tangga atau berdiri tegak dengan wajah tersenyum dan optimis bahwa hidup akan tetap indah dan berguna meskipun aku “hanya” ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga juga bisa eksis dan berkarya lho, salah satunya dengan menulis. Seperti kata pakdhe, satu hari satu lembar saja, insyaallah akan memberi perubahan atau manfaat tidak hanya bagi penulis tapi juga pembacanya.

Kalau bukan perubahan drastic setidaknya mendatangkan senyum di wajah orang lain, itu sudah satu pahala lho. Seperti kata hadist Rasulullah “Tabassumuka fi wajhi akhiika lakal shadaqah, artinya, senyummu dihadapan saudaramu adalah sadaqah.” Satu senyum yang hadir diwajah orang saja sudah jadi sadaqah, apalagi banyak senyum? Berapa pahala yang bisa kita dapatkan?? 🙂

muna bisa

Dengan semangat dan optimism, insyaallah akan aku buktikan, aku yang “hanya” ibu rumah tangga ini bisa mendatangkan manfaat untuk orang lain? Mau tau gimana caranya?? Menulis, menulis, dan terus menulis. 🙂 Tunggu kehadiran buku antologi dan solo ku yang akan segera terbit. (teteuuuppp promosiii :P) Terima kasih pakdhe…tulisan pakdhe yang sesungguhnya ditujukan pada Teh Nchie, ternyata mampu menggungah semangatku untuk terus menebar manfaat bagi banyak orang.

 

PS: Pakdhe…. Insyaallah Muna Bisa!!!  🙂

banner GA duahari

Advertisements

26 thoughts on “Sudah kah Kita Mendatangkan Manfaat Bagi Orang Lain?

  1. aiihhh ada potokuh mejenk 😀
    hmm, tulisan pakde dan tulisan ini bikin aku merenung juga Mak,
    indah dan njleeb bangeud ke hati eeaa..

    semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama ya Mak,
    Amin

    Like

  2. menjadi lebih bermanfaat utk orang lain, sering kata itu terucap sebagai harapanku…namun aku belum bisa merealisasikannya dengan baik… 😦
    trims tulisannya, manteb… semoga berjaya yaa…

    Like

  3. Indahnya lagi, meskipun “hanya” ibu rumahtangga, kita blogger ya mbak Muna. Orang2 gak tau saja kita punya banyak kebahagiaan dengan berbagi manfaat melalui tulisan dan mendapatkan berbagai manfaat pula dari tulisan2 teman2 blogger lainnya.

    Btw, kalo mo beli buku Reisha Pengusaha Cilik lagi, sekalian ikut tantangan IRC mbak (baca di: http://indivamediakreasi.com/indiva-readers-challenge-irc-2014/), boleh meresensi buku apa saja tapi mesti ada 10% buku terbitan penerbit Indiva, nah Reisha ini terbitannya grup Indiva) Trus nanti gabung grup IRC, ada saya di situ (tsah memangnya siapa sayah hihihi) juga ada mbak Esti, dll. Ikutan yuk 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s