My Secret Path to Freedom

Akhir-akhir ini hobby membacaku meningkat drastic. Kalau biasanya membaca hanya menjadi selingan bahkan harus curi-curi waktu disela pekerjaan rumah yang nggak pernah ada habisnya, beberapa minggu ini membaca selalu masuk dalam daftar kegiatanku. Eh..bukan… bukan kegiatan tapi kebutuhan.

booksPagi hari setelah Nadia dan abang berangkat, aku mulai sibuk dengan kegiatan beberes rumah, masak, dan lain-lain. Alhamdhulilah rumah mungil membuat kegiatan bersih-bersih bisa selesai dengan cepat. Masak pun nggak perlu menu yang ribet, asalakan ada menu sayur dan lauk sederhana sudah cukup, toh gizi dan kalori perhari insyaallah sudah terpenuhi.  Selesai dengan urusan rumah, lanjut dengan mandi, shalat dhuha, dan setelah itu duduk manis di depan si lappy. Kadang ngeblog, ikutan lomba nulis, menyelesaikan naskah buku, pokoknya nulis.

Beberapa minggu terakhir ini hobby menulis bergeser pada hobby membaca. Bukannya udah nggak suka nulis sih, cuma lagi nggak ada bahan untuk ditulis (belum traveling lagi hiks) dan mungkin sedikit jenuh. Daripada kejenuhan ini berujung pada bête yang nggak jelas, kualihkan saja pada buku-buku. Tahun ini memang rencana traveling berkurang cukup signifikan karena persiapan Nadia masuk SD. Bayangkan saja seorang emak yang nggak betah dirumah dan punya kaki yang nggak bisa diem ini harus menyiapkan dana Rp. 8.000.000,- untuk mendaftarkan sang anak masuk SD. Hiks… duit segitu udah bisa ngebolang sampe mana yak.. 😦 (nangis sesenggukan) Tapi apa boleh buat, demi masa depan yang lebih cerah untuk Nadia tersayang. Aku yakin investasi ilmu itu untungnya dunia akhirat kok. 🙂

Bulan lalu ada beberapa Giveaway yang berhasil kumenangkan, dan hadiahnya adalah buku…yaaayyy…. Jadi kegilaan membaca ini tersalurkan cukup baik tanpa harus mengeluarkan duit heheh.. (*edisi emak nggak modal). Meminjam istilah om NhHer.. this is the beauty of blogging, selain banyak teman juga dapat banyak hadiah. 😛

Hobby membacaku sebenarnya sudah dimulai sejak kecil. Buku pertama yang bikin aku jatuh cinta adalah kumpulan dongeng karya Hans Christian Andersen, hadiah ulang tahun dari papa. Dari dongeng berlanjut ke Lima Sekawan karangan Enid Blyton. Saat SD aku mulai keranjingan komik Jepang, dari mulai Sailor Moon sampai Dragon Balls habis kulahap. Mulai menginjak ABG ketertarikan pada novel muncul. Lagi-lagi berkat papa yang mengenalkanku pada Agatha Christie, Sir Arthur Conan Doyle, dan banyak novel detektif lain. Masa kuliah beda lagi, novel cinta-cintaan dan karya sastrawan Inggris mulai menghiasi hari-hariku. So nggak ada genre tertentu, bagiku selama jalan ceritanya asyik sudah pasti akan kubaca dengan senang hati. 😉

Well balik lagi pada kegilaan membacaku. Usut punya usut ternyata keinginan membaca ini pemicunya selain kejenuhan juga meredakan gatal dikaki karena belum bisa negbolang lagi. Buku adalah jalan terbaik untukku lepas dari semua rutinitas dan kebetean. Raga ku memang sedang duduk diam di rumahku yang tapi angan dan imajinasi ini menembus batas ruang dan waktu. Hari ini aku mendaki puncak gunung Semeru. Kepuasan dan kebahagiaan penulis saat berhasil menginjakkan kaki di Mahameru pun dapat aku rasakan. Esok harinya aku menjelajahi Rotterdam kemudian menyusuri Higia Sofia yang indah di Istanbul. Entahlah, hari ini mungkin aku akan menyusuri Benua Afrika atau Amerika. 😉

Bersama setiap kata dalam lembaran buku aku terbang, melayang menembus awan melintas batas dan sekat dunia. Menyenangkan sekali hanya dengan sebuah buku kita bisa menjelajah ke berbagai tempat yang indah. Memperlajari budaya setempat sambil menyelami seluruh adegan yang dialami para tokoh dalam buku. Bener-bener adiktif lho… rasanya pantang berhenti sebelum semua lembar terselesaikan. Bersyukur rasanya dianugerahi kesukaan membaca yang akhirnya mengasah imajinasi kita menjadi semakin tajam.

Nah sekarang keinginan untuk menulis sudah kembali lagi bahkan mungkin lebih besar. Aku nggak ingin hanya membaca buku orang lain, aku juga ingin menulis bukuku sendiri. Semoga bisa ya. 😉 Sambil memulai membuat kerangka cerita yuk ah kita samba blogging, siapa tau dapet buku gratisan lagi hehehe…  😉

hayooo tebak apakah kesamaan dari semua buku yg ada ditumpukan itu??

hayooo tebak apakah kesamaan dari semua buku yg ada ditumpukan itu??

Advertisements

49 thoughts on “My Secret Path to Freedom

  1. Dulu saya juga hobi banget membaca sampai sewa komik dan novel segala.
    Kini banyak buku di rak, soalnya setiap jalan-jalan di mall langsung masuk toko buku sambil nuggu Sandy,Bella dan Mbah Uti belanja. Nggak tlaten kalau nungguiin mereka belanja befrtele-tele. Karena Gramedia, Togas Mas dan Rumah Buku nggak terlalu jauh maka saya sering ke situ..

    Tiap beli buku tali asih saya juga beli 1-2 buku untuk nambah koleksi.
    Kini saya justeru keranjingan menerbitkan buku karena fasilitas sangat mudah dan banyak untuk menerbitkan buku.

    Yuk terus nulis Jeng.
    Salam hangat dari Surabaya

    Like

    • alhamdhulilah saya sekarang udah nggak terlalu doyan belanja dhe, tapi bergeser jadi belanja buku.. Ini rak buku di rumah sampe udah mo jebol saking banyaknya buku heheh… makin banyak baca makin pengen nulis buku sendiri dhe..
      moga bisa segera terwujud.. terima kasih dhe 🙂

      Like

  2. Biaya sekolah emang bener2 edan. 2 tahun lalu aku nyiapin uang buat bayar sekolah senilai 1 sepeda motor baru mbak. Yeah, walaupun semua emang pilihan, tp bagi aku pendidikan no.1

    Like

  3. yey… buku-bukunya tentang jalan-jalan semua tuh. ada di istanbul, di mahameru di frankfurt dll…

    mau banget koleksi yang naked traveler, tapi belom bisa. hahaha. mungkin lain waktu…
    membaca emang enak mbak, apalagi kalau banyak foto dan gambarnya.. 😛
    lagi hobi baca majalah kalau aku. 😀

    Like

  4. Ada satu buku yg terbalik ituuuuu…. loss focus 😉

    Aku juga gemar banget membaca Dekmun, dari kecil koleksi Enid Blyton memenuhi rak buku. Hingga akhirnya kenalan dengan Bung Smas, Arswendo, Alistair MacLean, Steve Martini, John Grisham, S. Mara GD dan V. Lestari (khusus yg thriller, bukan yg cinta2an). Bener banget, kita jadi berada dimanapun buku itu membawa kita meskipun raga kita sedang diam di suatu tempat heheee…

    Masalahnya sekarang ini, tiap kali baca hampir tak pernah tuntas. Lagi dapat 5 halaman, si kecil teriak buuuuu… ntar nyambung lagi dapat 10 halaman ganti kakaknya yg nyamperin. Berikutnya ayahnya ganti rekues ABCD hahahaa… malah stress dewe klo baca di rumah. Akhirnya tiap kali jatah break di tempat mburuh kupaksa2 utk membaca. Challenge reading aja sampe sekarang belum kukerjakan satu pun hiks hiksss… I miss my books sooooo much *malah curcol penting banget 😀

    Like

    • Toss Mbak.. Koleksi buku kita sama lho ternyata 🙂 sangat dimengerti iMbak, kesibukan mu kan banyak bgt. Hebat bgt lo masih sempat mbaca… Bahkan masih bisa nulis juga… Mantab deh mbakyu ku.. Aku bnr2 pengen bisa seperti dirimu 🙂

      Like

  5. banyakkk..alhamulillah,indahnya ngeblog yo mbk 😀
    sebenarnya dah bisa kok nerbitin buku traveling,materi sudah ada di blog semua kan mbk???tinggal edit,bismilllah kirim aja ke penerbit,kalo indi malah “mungkin” lebih cepet 😀

    sukses yo mbk,mbolang kan g harus ngeluari uang banyak,jalan2 ke pasar,keliling kota,kan mbolang kuwi mbk xixixixixixi *nasib di hutan* 😦

    Like

    • Sipp.. Itulah asyiknya ngeblog.. Spt buku gretongan hehehe… Insya allah sedang dlm proses penyusunan n sedikit touch up sana sini.. Doain lancar yah.. Meanwhile ngebolang jln trs wlpun ga bisa jauh2 😉

      Like

  6. kesamaan semua buku itu adalah…. jeng.. jeng.. belum pada dibaca. hahaha (kabur dulu sebelum dilempar semua buku itu)
    aku ya kangen mak baca buku. di rumah, ada banyak buku menang GA yang belom kebaca. Beli juga udah bulan lalu, belom juga gak kebaca 🙂

    Like

  7. Dahsyat banget gairah membacanya. Dulu saya pernah begitu, Mbak, tapi sekarang lagi loyi baca buku nih. Lagi suka baca-baca on line soalnya.

    Itu HC Andersen samaan ya sukanya. Kalo dulu saya biasa nyewa di tempat penyewaan komik.

    Itu yg ditumpuk buku-buku traveling semua tema-nya ya Mbak?

    Ayo nulis buku Mbak. Saya tunggu karyanya deh…

    Like

  8. bukuuu memang jendela dunia maak…ya tempat baru, ilmu baru, teman baru, rezeki baru…saya kalau dikumpul-kumpulin bisa tenggelam dengan buku hehehe…alhamdulillah koleksi beragam…sudah niat mau buka perpustakaan pribadi nantinya..bahkan di era digital, nothing beats having a collector’s item..bukannya saya tidak mendukung pelestarian lingkungan dan penebangan pohon yaaa..

    Like

  9. bukunya kk pada menggirukan semua itu mbak Muna…
    aku malah lagi nggak mood baca nih ..dijitak…..,lagi pengennya baca koran aja, buku kok nggak tamat2 ya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s