Emak Pendongeng Itu Keren!!

“Jeng Nadia suka baca buku ya?” tanya seorang tetangga yang hari itu main ke rumah sambil menemani anak bermain dengan Nadia.
Rupanya sang ibu sejak tadi melihat koleksi buku Nadia yang lumayan banyak. “Iya, dari kecil aku suka bacain dongeng ke Nadia, jadi bukunya udah lumayan banyak,” jawabku menjelaskan.
Singkat cerita ternyata si anak tetangga tak pernah dibacakan cerita oleh sang ibu. Alasannya si nggak pintar mendongeng dan malas juga. Kasihan betul anaknya, aku membatin. Menurutku memperdengarkan dongeng pada anak-anak itu sangat bermanfaat. Itu sudah terbukti padaku, dan insyaallah akan kuteruskan kebiasaan ini pada anak-anakku.

Berawal dari Masa Kecilku

bapak dongeng dunia

bapak dongeng dunia

Saat aku masih kecil dulu, ketika papa masih menjadi dokter umum dan belum banyak kesibukan, beliau sering membacakan kami cerita dongeng. Sebelum tidur siang atau malam papa akan duduk bersama kami dan menceritakan kisah-kisah seru di negeri dongeng. Cerita kesukaanku adalah petualangan si kancil dan Snow White. Saat mendengarkan cerita papa, imajinasiku menjelajah mengunjungi negeri dongeng yang indah dan penuh dengan tokoh ajaib. Negeri dongeng itu memang sangat mempesona, seperti kata Barney, anything can happened in the land of make believe. 😉 Saking semangatnya mendongeng, Papa bahkan tak canggung menirukan suara kancil, pak buaya, dan beberapa tokoh imajinatif dalam dongeng. Suara dan ekspresi papa membuat imajinasi kami semakin hidup dan membuat kami tertawa terbahak-bahak. Ahh jadi teringat masa kecil yang indah hehehe. 🙂
Lucunya hal serupa seperti terulang lagi beberapa tahun ini. Ketika cucu-cucu papa berkumpul di rumah saat liburan, papa pun membacakan dongeng untuk mereka. Semua cucunya akan duduk dengan wajah penasaran sekaligus antusias mendengarkan cerita dari Jid nya (sebutan untuk kakek dalam bahasa Arab). Acara mendongeng ini membuat Jid menjadi idola dimata cucu-cucunya, terutama Nadia. 😉
Beranjak SD, saat aku sudah mulai lancar membaca papa menghadiahi aku dan kakakku buku kumpulan dongen karya Hans Christian Andersen, yang juga dikenal sebagai bapak dongeng dunia. Itu adalah buku favoritku sepanjang masa. Ada banyak cerita seru dalam buku itu seperti Cinderella, Kucing Bersepatu Boot, Putri Angsa, dan lain-lain. aku ingat saat papa membacakan sebuah cerita berjudul “Gadis Penjual Korek Api,” aku menangis tersedu membayangkan penderitaannya. Aku sangat mencintai buku itu, sayangnya saat kami pindah ke Kalimantan buku itu hilang entah kemana. 😦

Manfaat Mendongeng
Satu hal yang aku sadari hingga hari ini kebiasaan mendongeng ternyata membawa banyak manfaat bagi perkembanganku. Berkat dongeng aku sudah mencintai buku sejak kecil, imajinasiku pun terasah, bahkan sejak kecil aku tertarik untuk menuliskan imajinasiku, meskipun hanya beberapa yang berhasil masuk dalam Majalah Dinding dan Majalah sekolah (karena nggak pede sih sebenernya heheh).

Menyadari banyaknya manfaat mendongeng, semenjak hamil aku sudah bertekad akan menjadikan buku sebagai teman pertama Nadia dan membacakannya dongeng setiap hari. Sebelum tidur siang dan malam, Nadia akan memilih sebuah buku untuk kubaca. Salah satu cerita kesukaan Nadia adalah “Tiga Babi Kecil.” Nadia selalu tertawa saat aku menirukan suara srigala yang meniup rumah ketiga babi kecil. Meskipun belum bisa dibilang pendongeng professional, aku selalu all out saat mendongeng (*halaahh). Aku tak malu berimprovisasi di depan Nadia, menirukan suara binatang, memasang wajah jelek dan lucu sambil tertawa ala nenek sihir. 😛 Tapi tentu saja pesan moral yang terkandung dalam cerita tak lupa kusisipkan, toh itulah inti dari cerita dongeng kan. 😉 Saat mendongeng menjadi quality time bagi kami. Saking pentingnya kegiatan ini, Nadia nggak akan bisa tidur sebelum dibacain dongeng, hadeeeuuhhh.
Saat aku ingin mengajarkan pentingnya berbagi atau bagaimana bersikap terhadap mahluk lain, aku memilih media dongeng sebagai perantaraku. Pesan yang ingin disampaikan dapat lebih mudah diterima anak-anak. Toh dunia anak adalah dunia bermain dan cara terbaik untuk belajar adalah dengan bermain juga. 😉 Selain dapat menyisipkan ilmu baru dan pesan moral, secara tak langsung dongeng dapat menambah kekayaan bahasa pada anak-anak. Apabila Nadia menemukan kata yang tak dipahaminya, Dia akan bertanya artinya dan satu kosakata baru masuk dalam otak cerdasnya. 🙂 Dalam bukunya “Keajaiban Mendongeng,” Heru Kurniawan mengatakan anak yang intens membaca atau dibacakan dongeng memiliki kemampuan moral dan social yang lebih baik dibanding anak yang belajar moral dan social dari game (2013: 80).

nadia and book
Melihat antusiasme Nadia pada dongeng aku jadi makin semangat belajar mendongeng. Untuk memperkaya bahan cerita aku pun mendownload aplikasi mendongeng di smartphone ku, membaca kumpulan dongeng yang ada di blogdongenganak, bahkan menciptakan ceritaku sendiri. Salah satunya pernah jadi juara tiga dalam lomba dongeng di blogdongeng loh. (pamer.com) 😛 Aku juga mulai belajar menulis cerita anak yang baik dan menarik seperti buku cerita karya mak Hastira yang keren ini. Nadia pasti akan senang sekali kalau kubacakan buku ini (*modus). 😛
Alhamdhulilah sekarang kemampuan membaca Nadia sudah maju pesat. Selain dari pelajaran yang di dapat di sekolah, kebiasaan kami membaca dongeng juga menambah semangatnya membaca. Bahkan kadang kini kami bertukar peran, Nadia yang membacakan dongeng dan aku yang mendengarkan hehehe. Siapa tahu kelak Nadia akan menjadi pendongeng professional yang diundang keberbagai acara hingga ke manca negara. Semoga kelak Nadia tumbuh menjadi anak yang sholihah dan cerdas, amiiin. 🙂

“Dongeng hakikatnya adalah media untuk semakin mendekatkan anak dengan orangtua. Dongeng adalah ruang bagi anak dan orang tua bermain dalam dunia kata dan imajinasi. Maka orangtua idealnya mahir mendongeng.” (Kurniawan, 2013: 107)

banner GA dongengTulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Dongeng

Advertisements

34 thoughts on “Emak Pendongeng Itu Keren!!

  1. Saya juga suka banget dongeng Mbak Muna, waktu kecil saya suka didongengin sama Bapak dan sampai sekarang saya masih suka baca dongeng anak2 kecil gitu. Nanti kalau punya anak saya pengen mereka suka dongeng juga, biar lebih bisa berimajinasi dan kreatif. x)

    btw, semoga menang GA nya ya Mbak 🙂

    Like

  2. kalo aku,pertama kali ndongeng pas ngajar anak PG…awalnya asal dongeng yang penting anak2 duduk manis di depanku nggak lari kesana kemari 😀 ,kalo jadwalnya story telling baru deh ambil buku,sok2an jadi pendongeng gitu hahaha

    Like

  3. Ibuk saya suka mendongeng, bukan saja kepada anak-anaknya, tapi juga di hadapan anak-anak tetangga. Biasanya sekitar jam dua siang, anak-anak tetangga ngumpul, saya juga tentunya, duduk berkeliling sambil mipili jagung, lalu ibuk saya mendongeng.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s