Berakhirnya Aksi GTM!!

Assalamualaikum sahabats … πŸ™‚

Sudah pernah denger aksi GTM? Sebuah aksi yang dilancarkan si kecil dan bikin kita sebagai orangtua bingung, pusing tujuh keliling, bahkan stres berat. Iyes! GTM adalah gerakan tutup mulut, alias susah makan. Kayanya sih sebagian besar ibu-ibu yang pernah atau lagi punya balita pasti pernah mengalami fase yang menjengkelkan ini. 😦


Pernah ngalamin situasi dimana kita sudah masak dengan sepenuh cinta untuk si kecil tapi ketika kita dengan sumringahnya membawa piring kehadapan mereka justru penolakan mentah yang kita dapat? Mulut terkunci rapat, bahkan harus kejar-kejaran dulu. Setelah semua usaha dan jerih payah yang kita lakukan supaya si anak makan, cuma mentok dengan 4-5 suap. Si emaklah yang lagi-lagi terpaksa harus menghabiskan makan si anak. Anaknya cungkring emaknya bohay. 😦 Pernahkah kalian mengalami hal ini wahai para emaks? Well… I’ve been there and it really sucked. 😦

foto diimpor dari sini

foto diimpor dari sini

Penderitaan ini dimulai sejak Nadia lulus dari ASI eksklusif. Sejak awal mengenalkan makanan padat, sudah mulai terlihat kalau Nadia itu picky eater kelas kakap, tapi dia suka banget buah. Kalau minum jus atau makan buah hampir nggak ada masalah, tapi kalau udah mulai makanan yang lain, perjuangan banget deh. Yang disembur lah, di lepeh lah, seribu satu perlawanan dilancarkan. Bukannya nggak pernah mencoba varian bubur bayi atau nasi tim yang lain, masalahnya hampir semua jenis makanan ditolak Nadia mentah-mentah.

Nggak mau makan, kan masih bisa minum susu? Nah disinilah masalahnya. Setelah disapih ASI, Nadia sama sekali nggak mau minum susu. Segala macam merk susu formula udah aku coba. Dari yang mahal sampai yang termurah dan tetap aja disembur. Jujur baru kali ini aku lihat bayi nggak doyan susu, dan sedihnya bayi itu anakku sendiri. #nangiskejer Kalau orangtua lain harus mengeluarkan budget lebih karena anaknya doyan banget susu formula, aku malah nggak ada pos beli susu karena Nadia memang nggak doyan susu. Bahkan sampai detik ini Nadia tetep kekeuh nggak doyan susu, kecuali susu UHT itupun paling banter sehari sekotak kecil.

Nadia (8 bulan), si pipi gembil ;)

Nadia (8 bulan), si pipi gembil πŸ˜‰

Perlawanan lebih heboh pun terjadi saat Nadia mulai jalan. Aku harus kejar-kejaran dulu, bahkan mendorong Nadia keliling lapangan dengan sepeda bayinya hanya demi sesuap nasi. Nyobain resep masakan ini, ganti model makanan itu, beli vitamin ini, suplemen itu, tapi hasilnya nihil. Hiks.. beratnya perjuangan seorang emaks. 😦 Semua cara dicoba supaya Nadia mau makan tapi gatot, alias gagal total. Saking stresnya kami pun membawa Nadia ke seorang dokter anak spesialis pencernaan anak. Dan teteeeuuuppp … setelah minum obat yang harganya ratusan ribu, GTM itu nggak berakhir juga. 😦

si pipi gembil berubah jadi si cungkring :(

si pipi gembil berubah jadi si cungkring 😦

Nadia yang tadinya ginuk-ginuk alias gembil perlahan tapi pasti jadi kurus kering sedangkan emaknya kian subuh karena harus menghabiskan jatah makan Nadia. 😦 Agenda kejar mengejar saat makan ini terus berlangsung sampai Nadia selesai Play Group dan aku memutuskan pindah ke Surabaya menyusul abang.
Waktu itu aku sudah berada dalam masa pasrah setelah semua usaha dan doa dilakukan. Aku cuma berharap dengan lingkungan baru dan teman baru nantinya bisa membuat Nadia jadi tertarik sama yang namanya makan. Beda banget sama emaknya yang nggak berenti nguyah. πŸ˜›
Ternyata ketika kita berada dalam posisi pasrah seutuhnya, Allah mulai membukakan jalan keluar. Setelah aku menyerah dengan semua penolakan Nadia bahkan berhenti memberikan vitamin, eh Nadia malah mulai semangat makan. Sedikit demi sedikit Nadia mulai doyan makan. Apapun yang aku masak nggak pernah ditolaknya. Sayur, buah, semua jenis protein dilahapnya.Dia bahkan mau mencoba semua jenis makanan, termasuk pecel. Ajaib!!!

yaaayy.... pipinya tumbuh lagi :)

yaaayy…. pipinya tumbuh lagi πŸ™‚

Aneh memang, padahal makanan yang kumasak juga masih sama. Aku bukan jenis emak kreatif yang jago masak dan piawai bikin bento yang unyu-unyu, justru kalau boleh jujur kemampuan memasakku masih standar banget. Jadi kenapa Nadia bisa berubah drastis??
Setelah melakukan penyelidikan secara mendalam #halaaahh, ternyata obat penawar dari GTM nya Nadia adalah sang papa. Yup… sejak lahir sampai ketika kami pidah ke Surabaya (umur 4 tahun), kami hidup berjauhan. Rupanya dekat dengan sang papa membuat hatinya merasa nyaman. Hati yang tenteram mungkin berpengaruh pada selera makannya. Heran kenapa dia nggak merasa tentram lihat wajah emaknya yang imut ini. πŸ˜› Entahlah yang jelas sejak kami pindah berat awal Nadia yang waktu itu cuma 13kg naik hingga mencapai 25kg saat ini. #sumringah πŸ˜‰
β€œKok bisa Nadia jadi gendut gini? Dikasih vitamin apa?” pertanyaan semacam ini sering banget datang saking kagetnya mereka lihat Nadia yang sekarang gembil banget pipinya. πŸ˜‰

Seperti yang kubilang tadi, nggak ada resep rahasia atau suplemen apapun yang aku kasih ke Nadia kecuali minum madu secara rutin tiap pagi. Madunya juga bukan madu khusus kok, semua madu pun oke. Madu aku kasih ke Nadia karena memang khasiatnya yang memang sangat bagus. Alhamdhulilah sejak rutin minum madu, Nadia jadi jarang sakit dan makin bulet hehehe. πŸ˜‰ Bersyukur banget akhirnya fase GTM Nadia berakhir dengan happy ending.

So buat para emaks yang sekarang masih bergelut dengan GTM, yang sabar aja. Jangan terlalu dipikirin deh. Semakin kita memaksa, anak akan semakin kuat melakukan penolakan. Nggak apa-apa makan sedikit tapi frekuensinya lebih sering. Kalaupun mereka males makan nasi, masih ada karbohidrat lain seperti pasta, kentang, jagung, dan lain-lain. Menu A ditolak, coba B. B disingkirkan, ganti C. Terus mencoba menghadirkan menu yang lezat dan sehat untuk keluarga ya. Pokoknya tetap semangat lah. Suatu saat perjuangan panjang yang melelahkan ini pasti akan berakhir. πŸ™‚

kakak Nadia tersayang :)

kakak Nadia tersayang. dulu susah banget makan, sekarang susah banget berenti makan πŸ˜›

Advertisements

36 thoughts on “Berakhirnya Aksi GTM!!

  1. syukurlah aku nggak pernah ngalamin GTM, dekmun. anakku dua2nya ga pernah brenti ngunyah kayak emaknya wkwkwkkk… mereka kurus bgt pas kena flek, tp setelah sembuh waaaww… makannya gila2an, susah nyetopnya πŸ™‚

    Like

  2. Nadia cantik sekaliiii.. β™₯
    Aku blum punya anak, jd gak tau rasanya di GTM-in sama anak sendiri.. Sama anak orang lain pernah, pas lagi perawatan gigi dan itu nyebelin buangettt.. Haha

    Like

  3. Alfi pernah GTM mak, tapi sy ndak pusing sih, soalnya udah baca2 info juga ada kalanya anak malas mengunyah dan lebih senang minum susu, klo minum susunya masih okay ga masalah, begitu menurut info. btw nadia waktu bayi imut bener, sekarang besarnya jadi gadis kecil yg cuannntik

    Like

  4. Aku malah bingung mak anakku yang laki doyan makan qiqiqi. Yang cewe tadinya makannya banyak tapi akhirnya banyak yang bilang gendut dia mulai menahan napsu buat makan apa aja. Karena takut overweight aja kaya adekku.

    btw cakepp unyu unyuuu nadiaa ^

    Like

  5. Daffa mau loh makan apa aja, tp ttp ngga gemuk. Badannya segitu2 aja, cungkring tapi meninggi. πŸ˜€
    GTM pd anak emg umum terjadi, dulu daffa abyan pelariannya ke susu, hehe berhubung aku ngga kereatip ya jebol susu lah

    Like

  6. Ahhh.. mbak mirip banget ceritanya sama Kynan, dulu hanya ASI badannya ginuk-ginuk, jadi aku sekarang hanya harus sabar nunggu hari itu tiba ya??? hehehe,
    Nadia cantik πŸ™‚

    Like

  7. Aku banget ini Mak. Anakku skrg lg GTM. Padahal dulu aku bikin apapun (roti, perkedel, nugget) biasanya jarang nolak. Selain GTM juga lagi gampang rewel berat, karena lg ditinggal dinas lama sama Papanya (siang ini sebotol aqua sukses ditumpahin ke kasur hihhihihi). Kalau d kampung halaman kan ada eyang2 n kakak2 sepupu, jd skrg dia berasa sepi. Kayaknya daripada stress emang aku mesti sabar nunggu hari dimana dia bakal lahap makan lagi πŸ˜€ Senjata terakhiku klo dia ogah makan itu susu UHT n biskuit marie >_< πŸ˜€ Yang kutakutkan klo dia ga nafsu makan itu adl tkut gamp sakit. Tapi baca tulisan ini kykyn aku harus belajar pasrah u urusan GTM πŸ˜€

    Like

  8. wkwkwk bisa aja yah mbak Muna kelakuan anak” hehe saya dulu gitu juga gak yah?? hehehe, tapi kalo dek nadia mah keliatan subur mantep berkembang saya makin gedhe makin kurus aja mbak muna hehe pizz… wahh mnyenenagkan yah bisa liat si kecil tumbuh kapan saya punya si kecl haha haseeh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s