Special Gift from a Dear Student

Siapa sih yang nggak bahagia menerima hadiah? Sekecil apapun hadiah yang kita terima pasti akan mendatangkan efek kebahagiaan dalam diri kita. Syukur-syukur kalau hadiahnya sesuatu yang berharga atau sangat kita idam-idamkan, misalnya tiket traveling keliling ASEAN mungkin. #kirimkode πŸ˜›


Hadiah adalah bukti bahwa seseorang itu peduli pada kita, nggak harus selalu barang yang mahal sesuatu yang sederhana pun kadang bisa mendatangkan kebahagiaan kalau yang memberi hadiah adalah seseorang yang kita sayangi ya. πŸ™‚

Sudah banyak postingan peserta GA yang kubaca tentang hadiah spesial ini, banyak yang bercerita tentang hadiah pemberian suami. Ada yang berupa hadiah simple tapi dikemas dalam bentuk yang sangat romantis. Ish ….bikin aku ngiri berat deh, secara suamiku itu termasuk manusia yang lempeng.com. Romantis itu sepertinya kata yang hilang entah kemana dalam kamus kehidupannya. Oh well ..nevermind .. selama uang bulanan masih lancar jaya, dimaafkan saja lah. πŸ˜›

Ok deh dari sekian banyak hadiah yang masih bisa kuingat, ada satu hadiah yang nggak akan pernah aku lupakan. Bukan dari suami, bukan juga dari sahabat atau saudara, isinya pun bukanlah benda yang mahal. Tapi hadiah yang dibungkus dalam kotak kecil inilah yang berhasil membuatku nangis sesenggukan di hari terakhir aku mengajar dulu dan kemudian pindah ke Surabaya.

Kadang cara Allah menuliskan garis hidup hamba Nya itu sungguh sangat ajaib. Dulu impianku adalah kuliah di jurusan Komunikasi, tapi apa mau dikata Allah justru memilihkan Fakultas Sastra untukku. Dan akupun menjalaninya dengan bahagia tanpa pernah menyesali kenapa aku nggak bisa masuk FISIP. Lulus S1 setahun kemudian lanjut S2, dan nggak lama setelah menyelesaikan Master di UGM aku menjadi seorang dosen. Bukan di Fakultas Sastra atau Bahasa seperti ilmu yang aku geluti tapi di Fakultas Ilmu Komunikasi. Tepatnya tahun 2010 lalu aku mulai mengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi, Unissula, Semarang.

Somehow Allah membawaku ke jurusan yang dulu begitu aku gandrungi ini. Bukan sebagai mahasiswa tapi dosen. And since day 1, I have been falling in love with everything about Fikom Unissula. Meskipun kampus kami mungil, muridnya masih terbatas karena memang masih baru, tapi kehangatan dan kebersamaan diantara dosen dan mahasiswa begitu terasa. Aku hanya mengajar beberapa mata kuliah dan sebagian besar berhubungan dengan bahasa Inggris tapi aku belajar banyak dari dosen lain dan mahasiswaku tentang ilmu komunikasi.

Tiga tahun aku menjadi bagian dari Fikom sampai aku memutuskan untuk resign dan pindah ke Surabaya. Long story short, kehidupan long distance marriage yang sudah kami jalani bertahun-tahun harus segera diakhiri sebelum terlambat.

Di pertengahan semester aku mulai bercerita pada anak-anak tentang kepindahanku. Sebelum kelas kami berakhir aku ingin meninggalkan sebuah kenangan yang indah untuk mereka. Akhirnya kuputuskan untuk menutup kelas dengan pertunjukan drama. Aku menghubungi kru Unissula TV untuk minta izin agar penampilan mereka diadakan di studio TV, di rekam, dan disiarkan. Alhamdhulilah pihak Unissula TV menyetujui dan anak-anak pun sangat antusia dengan rencana ini.

Dasar anak ABG, denger mau nampang di TV langsung deh semangat 45. Mereka latihan, mempersiapkan kostum, properti, dan semuanya dengan hebohnya. Proses latihannya pun nggak kalah menggemparkan dan bikin angkatan lain yang nggak ada kelas bahasa Inggris lagi sempat merasa iri hati hehehe…..

Dan hari H pun tiba…
It was one of the happiest and the sadest day of my life……

Satu persatu group drama mempersembahkan penampilan terbaik mereka. Ada yang lucu ada yang norak-norak bergembira, dan lebay. Semuanya seru kecuali saat pertunjukan berakhir. Setelah properti dibereskan dan menata studio seperti sedia kala, kami pun berfoto. Foto yang terakhir kalinya sebelum kelas berakhir yang juga berarti jadi hari terakhir kami bertemu. 😦

seusai pentas drama sekaligus foto perpisahan kami :(

Mereka semua udah lulus sekarang. foto ini diambil seusai pentas drama sekaligus foto perpisahan kami.  😦

Setelah foto dan ucapan perpisahan singkat dariku, kami pun berpelukan. Ada ucapan terima kasih, maaf, dan banyak lagi yang saling terucap tulus diantara kami. Satu kelompok drama memberiku sebuah pohon kaktus yang cantik. Mereka bilang kaktus ini kecil tapi tahan banting, β€œseperti Miss Muna yang selalu sabar ngadepin kami yang lebay ini. Jaga baik-baik ya Miss. Thanks for everything.”

Setelah sesi perpisahan yang haru biru aku pun meninggalkan ruangan studio. Kaki ini rasanya berat banget melangkah. Campur baur rasa di dada. Seneng karena bakalan kumpul sama suami tapi juga sedih karena ninggalin pekerjaan yang begitu aku cintai. Jarak dari studio ke kantor yang biasanya cuma 5 menitan entah kenapa jadi jaauuuhhh banget hari itu. 😦

Baru aja nyampe di kantor, seorang mahasiswaku datang. Sejak hari pertama Septian memang sudah kelihatan menonjol. Anaknya pintar dan aktif banget, nilainya selalu yang terbaik. Itulah juga yang membuatku selalu memotivasi dia untuk ikut berbagai lomba. Beberapa fotonya pernah menjuarai kontes, salah satunya bahkan jadi juara pertama dari lomba foto yang diadakan oleh sebuah perusahaan di Korea. Karena kemampuan bahasa Inggris nya yang bagus, Aku juga mendaftarkanya ikut youth camp dan dia berhasil lolos. Aku ingin Septian jadi contoh untuk teman-temannya bahwa dengan kemampuan berbahasa asing (Inggris) akan ada banyak pintu terbuka untuk kita. Septian adalah bukti nyatanya. πŸ™‚

jam pemberian Septian :)

jam pemberian Septian πŸ™‚

Septian datang ke mejaku hari itu dengan membawa sebuah kotak kecil. β€œMiss ..this is for you. Nothing special. Its just someting that you like, a watch. I know you like watch and wear it everyday. So I hope whenever you see this watch you will remember me. Thank you so much for believe in me and support me all the way. I’m sad that you’re leaving but I wish you all the best Miss. Dont forget me ya Miss and thanks alot.”

Dan mbrebes mili jilid dua pun dimulai. 😦

Sebuah hadiah kecil yang begitu spesial tapi bisa membuatku termehek-mehek. Tak menggunakan jasa pengiriman, tapi dibawanya sendiri kehadapanku dengan kata-kata yang begitu menyentuh hati. Mengingatkanku bahwa perjuanganku selama 3 tahun mendidik mereka, bahkan rela berjauhan dengan suami, ternyata telah membuahkan hasil. πŸ™‚

Meskipun aku punya beberapa jam (karena aku memang suka jam tangan) tapi jam pemberian Septian adalah salah satu favoritku. Bukan jam bermerk terkenal, tapi jadi hadiah spesial karena datang dari mahasiswa yang spesial.

Septian … wherever you are now … it was one of the best gift I have ever had. I wish you get everything that you wish for. I know that you can achieve everything , just believe in yourself. πŸ™‚

A gift is not about the price or the size .. its the way we touch someone’s heart. Its ……… #connectinghappiness.

banner_pungky

Advertisements

23 thoughts on “Special Gift from a Dear Student

  1. mak, merinding bacanya. kalo kadonya dr orang terdekat mungkin ngga aneh ya. tapi dari orang yg bukan keluarga tapi merasa dekat denganmu ya mak. Mungkin karena berbagai ilmu dan pengalaman spesial dengan mak sebagai pengajarnya.
    Mak, mak, pantes awet muda, gabungnya sama anak ABG terus..itulah enaknya ngajar ya mak πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s