Mengejar Mimpi yang Tertunda

I am a dreamer. Yup … aku sadar betul kalau aku ini pemimpi kelas paus. Mungkin juga ada hubungannya dengan namaku ya. Dalam bahasa Arab, Muna itu artinya cita-cita dan harapan, jadi pembicaraan mengenai mimpi dan impian selalu jadi pembahasan favoritku. πŸ™‚


Dreams1Bagiku nggak ada tuh yang namanya mimpi yang ketinggian atau berlebihan. Semua orang berhak punya mimpi, sebesar apapun itu. Satu hal yang membedakan impian satu orang dengan lainnya adalah apakah impian itu akan tetap ada diawang-awang tanpa kita berbuat apapun atau apakah kita mau berusaha semaksimal mungkin mewujudkannya? Well … the choice is yours. πŸ™‚

Tiga tahun terakhir, dalam setiap doa aku berharap banget bisa umrah. Dalam setiap doa aku selalu menyelipkan impian itu. Meskipun rasanya mustahil dengan tabungan yang kami miliki, aku masih tetap bertahan dalam keyakinan kalau kami pasti bisa segera berangkat. Duitnya dari mana secara umrah itu mahal banget? Dari Allah, itu yang aku selalu yakini. Dan bener aja, akhir Mei 2014 lalu kami akhirnya bisa mendarat di Baitullah. πŸ™‚

nyelfie di depan masjid Nabawi :)

nyelfie di depan masjid Nabawi πŸ™‚

Seperti yang udah kubilang di atas kalau aku ini termasuk pemimpi kelas paus, aku punya banyak banget impian. Beberapa sudah terwujud dan banyak lainnya yang masih butuh perjuangan yang cukup panjang. Dari sekian banyak impian, ada satu mimpi yang jarang sekali aku share dengan yang lain. Bahkan aku sempat berniat mengunci dan membuang impian ini ke dasar hatiku. #halaaahh… πŸ˜›

Kuliah s3 di luar negeri dengan beasiswa. Itulah impian yang sudah aku semai dan pelihara sejak aku kecil. Aku ingin menimba ilmu setinggi mungkin agar aku bisa menjadi manusia yang berguna untuk orang lain. Kata Rasulullah ilmu adalah bekal terbaik di dunia, β€œkita yang akan menjaga harta kita sepanjang waktu, tapi ilmu, dia lah yang akan menjaga kita.” Dan ajaibnya, semakin banyak kita berbagi ilmu, semakin kita menjadi kaya, dalam berbagai hal tentunya. πŸ™‚

alhamdhulilah sudah berhasil wisuda S2 (mohon abaikan body yg bohay karena masih nyusuin wakytu itu :P )

alhamdhulilah sudah berhasil wisuda S2
(mohon abaikan body yg bohay karena masih nyusuin wakytu itu πŸ˜› )

Dan sesuatu yang ajaib pun terjadi……
Saat itu aku masih tinggal di Sidoarjo, mulai menikmati kegiatan baruku sebagai ibu rumah tangga dan blogger. Aku sudah mantab untuk melepaskan karirku sebagai dosen. Tapi, di sebuah sore yang mendung, seorang mantan dosenku menelpon. Setelah ngobrol kesana-kemari, beliau memintaku untuk mendaftar beasiswa. Asli waktu itu aku nggak bisa menanggapi apapun. Satu karena aku sudah bukan seorang dosen lagi (dan agak susah mendapat beasiswa S3 kalau bukan dosen), dua karena dari sekian banyak mahasiswanya, beliau ingat padaku dan dengan senang hati akan merekomendasikan aku pada sebuah universitas di Australia.

Subhanallah … seringkali aku terkagum-kagum pada skenario Allah. Suatu hari aku meninggalkan karierku, mulai menata hati bahwa mungkin jalan yang terbaik untukku adalah menjadi ibu rumah tangga, dan tiba-tiba sebuah tawaran untuk mewujudkan mimpi yang sudah lama kulupakan datang. Allah memang sutradara yang luar biasa. πŸ™‚

salah satu universitas idaman, University of Melbourne :)

salah satu universitas idaman, University of Melbourne πŸ™‚

Setelah berdiskusi dengan abang, aku mantab memulai perjuangan berburu beasiswa. Dimulai dengan menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, tes IELTS, dan tentu saja proposal penelitian. Butuh kurang lebih satu tahun sampai akhirnya semua persyaratan lengkap dan proposal penelitianku pun diterima. One step closer to Ph.d degree…

β€œApakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: β€œKami telah beriman,” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabuut: 2-3)

Setelah melalui perjuangan yang panjang dan lama, akhirnya LoA (Letter of Acceptance) yang kutunggu-tunggu datang juga. Tapi balik lagi pada skenario Allah yang luar biasa tadi, rupanya pengajuan proposal penelitian untuk Doctoral Degree belum bisa diberikan oleh Universitas tujuanku karena aku belum memenuhi point Research yang disyaratkan.

Budaya penelitian memang masih rendah di Indonesia dan aku pun jadi salah satu orang yang sangat jarang melakukan penelitian. Belum ada satu pun tulisanku yang terbit di jurnal internasional, dan itulah yang akhirnya menghambat langkahku. Dibutuhkan 50 credit point penelitian sedangkan aku baru mengantongi 25 point. Solusi dari pihak universitas adalah aku harus mengulang program S2 (Master by Research) untuk melengkapi point. Setelah lulus nanti aku bisa langsung masuk program S3. Sayangnya pihak pemberi beasiswa merasa dirugikan kalau aku harus mengulang S2 lagi. 😦

Sedih, galau, frustrasi, semuanya tumpah ruah di dada. Tinggal sejengkal lagi menuju mimpiku tapi ada lagi ujian yang harus kuhadapi. Berhari-hari aku meratapi nasib, memutuskan untuk kembali membuang impian itu jauh-jauh. Aku nggak mau lagi membahas ini. Lagi-lagi jalan hidup Allah menuntunku pada kelanjutan episode impian ini. Kami pindah kembali ke Semarang dan hanya dalam hitungan bulan aku bisa kembali mengajar lagi. Mungkin ini cara Allah agar aku tidak berhenti memperjuangkan mimpi ini. Kembali menjadi dosen membuka kesempatanku untuk kembali mengejar cita-cita. Meskipun harus berjuang untuk membuat beberapa penelitian dulu (dan sayangnya nge blog terasa lebih asyik daripada nulis research πŸ˜› ), aku terus berusaha menanamkan keyakinan bahwa aku pasti bisa mendapatkan beasiswa itu. Insyaallah. πŸ™‚

Perjalanan masih panjang dan berliku, semoga Allah memberikan kekuatan dan semangat untuk terus melangkah hingga puncak tangga terakhir. Meskipun harus memulai semuanya dari awal lagi, aku berharap dan berdoa inilah jalan yang terbaik. Doakan ya mak Evrina dan sahabats semuanya, doakan agar semua berjalan lancar dan impianku ini segera tercapai ya. πŸ™‚

banner GA evrina

β€œPostingan ini diikutsertakan dalamΒ #evrinaspGiveaway: WujudkanΒ Impian Mu”

Advertisements

48 thoughts on “Mengejar Mimpi yang Tertunda

  1. Pingback: Daftar Peserta #evrinaspGiveaway | Evrina Budiastuti

  2. Amin YRA…. aku jg termasuk pemimpi maak…. mujizat dan keberkahan Allah datang se iring wkt…. InsaaAllah maak …aku jg sm lg proses mengukir mimpi… slmt berjiang mak….. InsaaAllah . AMIN

    Like

  3. Aamiin …. Jempoool buat diajengku yg keren ini …. Say, jangan berhenti bermimpi yaa… Insya Allah, pada waktu yg paling tepat Allah akan membuka jalan terwujudnya impian ini …. Eh, toss dulu sesama pemimpi klas paus aah πŸ™‚

    Like

  4. ah bener mba…. mimpi itu memang harus selalu ada supaya ttp semangat menggapai yg dicita-citakan… kyk aku yg bermimpi mw kliling dunia, masih trus berusaha untuk bisa mengunjungi satu demi satu negara di dunia.. Alhamdulillah blm sbnyak para traveler senior idolaku, tp sedikit demi sedikit aku yakin bisa mengunjungi lbh banyak negara lagi πŸ™‚

    tetep semangat mengejar s3 mu yaaa ^o^

    Like

  5. aamiin ya Rabbalamin, skenario dari Tuhan memang tidak bisa kita tebak, tapi satu yang pasti, skenario dari Allah akan selalu lebih indah dari yang kita bayangkan, so don’t give up, terus kejar mimpinya ya Mak Muna. terimakasih atas partisipasinya

    Like

  6. Subhanalloh, cita-cita mulia. Aamin YRA. Semoga impian s3 ini terwujud.
    Bersyukur saya tengah malam terbangun, liat blog dan Allah swt menuntun saya ke posting ini. Makin memotivasi saya untuk tetap memelihara mimpi mulia.
    Sukses.

    Like

  7. wow keren!
    semoga di tempat yg baru, dirimu bisa melakukan penelitian2 dan menulis banyak jurnal yah mak… iyaa jurnal2 penelitian dari indonesia masih sedikit yah… kalau bukan karena skripsi/tesis/desertasi kadang malas membuat penelitian
    semoga cita2mu tercapai mak.. πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s